Hidung gatal terus? Ini perbedaan alergi dan pilek yang perlu diketahui
Jakarta (ANTARA) - Hidung gatal sering dianggap sebagai tanda pilek biasa, padahal keluhan tersebut juga dapat muncul akibat rhinitis alergi. Meski memiliki gejala yang mirip seperti bersin dan hidung berair, kedua kondisi ini memiliki penyebab serta cara penanganan yang berbeda.
Rhinitis alergi terjadi akibat reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap alergen atau pemicu alergi, seperti debu, tungau, bulu hewan, jamur, atau serbuk sari. Sementara pilek infeksi umumnya disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernapasan, salah satunya rhinovirus yang menjadi penyebab paling umum flu ringan.
Memahami perbedaan keduanya penting agar penanganan yang dilakukan sesuai dengan penyebabnya. Berikut perbedaan hidung gatal akibat rhinitis alergi dan infeksi pilek, merangkum dari berbagai sumber.
Baca juga: Ketahui hal yang normal dan tidak saat anak terkena infeksi dan pilek
Hidung gatal karena rhinitis alergi
Pada rhinitis alergi, rasa gatal di hidung biasanya muncul setelah seseorang terpapar zat pemicu alergi. Kondisi ini terjadi karena tubuh mengeluarkan respons imun terhadap alergen yang sebenarnya tidak berbahaya.
Beberapa gejala khas rhinitis alergi meliputi:
- Hidung terasa gatal.
- Bersin berulang kali, terutama pada waktu tertentu seperti pagi hari.
- Hidung tersumbat.
- Keluar cairan hidung yang bening.
- Mata terasa gatal atau berair.
- Gejala dapat muncul berulang selama masih terpapar pemicu alergi.
Rhinitis alergi umumnya tidak menyebabkan demam. Keluhan juga sering muncul ketika seseorang berada di lingkungan tertentu, misalnya ruangan berdebu, dekat hewan peliharaan, atau saat terjadi perubahan kondisi lingkungan.
Baca juga: Pilek tak kunjung sembuh? Kenali penyebab, gejala, dan penanganannya
Hidung gatal karena pilek infeksi
Berbeda dengan rhinitis alergi, pilek akibat infeksi terjadi karena masuknya virus ke dalam tubuh. Rhinovirus merupakan salah satu virus yang paling sering menyebabkan common cold atau pilek.
Gejala pilek infeksi biasanya meliputi:
- Hidung berair atau tersumbat.
- Bersin.
- Sakit tenggorokan.
- Batuk.
- Tubuh terasa lelah.
- Terkadang disertai demam ringan.
Pada pilek infeksi, gejala biasanya muncul secara bertahap dan akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari hingga sekitar satu hingga dua minggu. Namun, durasi dapat berbeda tergantung kondisi tubuh dan jenis virus penyebabnya.
Baca juga: 10 cara sederhana untuk mengatasi hidung tersumbat saat tidur
Perbedaan utama rhinitis alergi dan pilek infeksi
1. Penyebab
Rhinitis alergi disebabkan oleh reaksi alergi terhadap pemicu tertentu, sedangkan pilek infeksi disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernapasan.
2. Lama gejala
Gejala rhinitis alergi dapat berlangsung lebih lama atau berulang selama seseorang masih terpapar alergen. Sementara pilek akibat infeksi biasanya akan membaik setelah tubuh melawan virus penyebabnya.
3. Adanya demam
Demam lebih sering berkaitan dengan infeksi dibandingkan alergi. Pada rhinitis alergi, keluhan biasanya berupa gatal, bersin, dan hidung berair tanpa peningkatan suhu tubuh.
4. Kondisi yang memicu
Rhinitis alergi dapat kambuh ketika terkena debu, asap, bulu hewan, atau pemicu alergi lainnya. Sementara pilek infeksi dapat menular melalui kontak dekat dengan orang yang sedang sakit atau paparan virus.
Baca juga: Dokter jelaskan tanda kegawatan pneumonia pada anak
Cara mengatasi hidung gatal sesuai penyebabnya
Untuk rhinitis alergi, langkah utama adalah menghindari pemicu alergi. Membersihkan rumah dari debu, mencuci perlengkapan tidur secara rutin, serta mengurangi paparan asap atau bahan yang memicu alergi dapat membantu mengurangi keluhan.
Dokter juga dapat menyarankan penggunaan obat tertentu seperti antihistamin atau semprotan hidung sesuai kondisi pasien.
Sementara untuk pilek infeksi, pengobatan biasanya berfokus pada meredakan gejala. Istirahat cukup, menjaga asupan cairan, dan menjaga kebersihan tangan dapat membantu proses pemulihan.
Antibiotik tidak diperlukan untuk pilek yang disebabkan oleh virus karena obat tersebut tidak bekerja melawan infeksi virus.
Kapan perlu memeriksakan diri?
Keluhan hidung gatal perlu diperiksa oleh tenaga kesehatan apabila berlangsung lama, semakin berat, mengganggu aktivitas sehari-hari, disertai sesak napas, demam tinggi, nyeri wajah, atau keluar lendir hidung yang tidak kunjung membaik.
Dengan mengenali perbedaan antara rhinitis alergi dan pilek infeksi, seseorang dapat mengetahui langkah penanganan yang lebih tepat. Meski gejalanya terlihat mirip, penyebab kedua kondisi tersebut berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang berbeda pula.
Baca juga: Cara terhindar dari batuk pilek akibat cuaca
Baca juga: Penuhi kecukupan gizi anak agar terhindar dari batuk pilek
Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.