Nagoya, Jepang (ANTARA) - Pedayung kano Indonesia Herlin Aprilin Lali membidik tiket Olimpiade setelah mempersembahkan medali perunggu nomor kano tunggal putri 200 meter atau canoe single (C1) pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Herlin mengaku masih memiliki target besar setelah keberhasilannya naik podium pada Kamis (24/9) lalu, yakni membawa nomor yang diikutinya lolos ke Olimpiade.
"Saya masih punya target meloloskan nomor Olimpiade," kata Herlin seusai berlaga pada nomor ganda campuran 500 meter di Miyoshi Lake Canoe Course, Jepang, Sabtu.
Pada nomor tunggal putri 200 meter, Herlin meraih perunggu setelah mencatat waktu 47,309 detik pada babak final. Ia berada di belakang atlet Uzbekistan Shohsanam Sherzodova yang meraih emas dengan waktu 46,597 detik dan Shuai Changwen dari China yang memperoleh perak dengan 46,613 detik.
Persaingan menuju medali emas berlangsung ketat karena Sherzodova hanya unggul 0,016 detik atas Shuai. Sementara Herlin terpaut 0,712 detik dari atlet Uzbekistan tersebut.
Herlin telah menunjukkan performa menjanjikan sejak babak penyisihan, Rabu (23/9). Pada Heat 1, ia finis di posisi kedua dengan waktu 47,530 detik untuk memastikan tempat di Final A.
Dalam final, Herlin mampu memperbaiki catatan waktunya menjadi 47,309 detik sekaligus memastikan podium ketiga. Medali tersebut menjadi medali pertama kano sprint Indonesia dari Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Pencapaian di Jepang melanjutkan perjalanan Herlin di ajang internasional setelah memperkuat Indonesia pada SEA Games Thailand 2025. Pada pesta olahraga Asia Tenggara tersebut, Herlin menyumbangkan dua medali perunggu pada nomor ganda putri 500 meter dan ganda putri 200 meter, keduanya bersama Sella Monim.
Baca juga: Herlin sumbang perunggu dari kano sprint
Perjalanan Herlin sebagai atlet dimulai dari lingkungan tempat tinggalnya di Jayapura. Ia awalnya mengikuti latihan dayung karena diajak teman-teman sekampung.
"Awalnya ikut rame ya, karena teman-teman sekampung latihan dayung jadi ikutan. Di situ juga saya enggak tahu kalau salah satu pelatih di sana tante saya, atlet dayung juga Erni Sokoi, dari Jayapura," ujar Herlin.
Ia kemudian berkembang hingga masuk pelatnas dan tampil di berbagai ajang olahraga multievent. Herlin mengaku pada awalnya tidak menyangka dapat mencapai level tersebut.
"Enggak berekspektasi bisa sampai di sini, awalnya cuma saya mau kayak senior-senior yang di pelatnas," kata Herlin.
Sebelum menembus level internasional, Herlin juga mencatat prestasi pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Pada PON Papua 2021, ia finis di peringkat keempat, sebelum meraih medali emas pada PON berikutnya di Aceh-Sumatera Utara.
"Awalnya PON Papua masuk peringkat empat, PON kedua Aceh medali emas, puji Tuhan," kata atlet berusia 22 tahun itu.
Setelah SEA Games 2025, Herlin tetap melanjutkan program pelatnas. Ia mengatakan hanya mendapat waktu libur sekitar satu bulan pada Januari sebelum kembali menjalani latihan.
Medali perunggu Asian Games dalam debutnya di ajang multievent tertinggi di benua Asia itu kini menjadi tambahan motivasi bagi Herlin untuk melanjutkan perjuangannya. Ia bertekad terus berlatih dan mengejar peluang agar kano Indonesia dapat tampil di Olimpiade.
"Fight terus sampai Olimpiade," ujar Herlin.
Baca juga: Persiapan minim jadi tantangan Sofiyanto/Herlin di ganda campuran kano
Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.