Jakarta, CNBC Indonesia -Chief Liaison Officer Head of Investment Solution, Investment Services Group PT Henan Putihrai Asset Management, Bagus Adi Yoga Prawira memaparkan berbagai strategi Henan Aset dalam pengelolaan investasi. Terutama di tengah dinamika pasar modal saat ini.
Bagus menjelaskan terdapat tiga prinsip dalam pasar modal, yakni sound, noise, dan signal. Tiga prinsip tersebut sudah mencakup sentimen fundamental, valuasi, liquidity, makro, faktor global, dan faktor domestik.
"Dalam 3 ini biasanya kalau kita melihat pasar itu sangat kompleks. Banyak sekali faktor yang harus kita pedulikan. Mungkin ada yang kita melihat bahwa harusnya adanya sentimen," terang dia dalam Road to CNBC Awards 2025 'Best Securities and Fund Management', Rabu (30/9/2026).
Namun menurut dia, yang perlu menjadi perhatian saat ini adalah prinsip signal. Pada beberapa fase pasar modal, tingkat likuiditas menjadi sinyal.
"Liquidity dalam artian bagaimana liquidity mengalir antara satu aset dengan aset lain. Bagaimana liquidity mengalir dari pasar keuangan ke investor," jelas Bagus.
Sebab aliran likuiditas menentukan kondisi market dan makro. Menurut dia fase pasar memiliki rezim masing-masing yang berbeda satu sama lain.
"Mungkin ada rezim yang namanya recovery atau rezim crease on, atau rezim late cycle atau divergence," papar dia.
Dari masing-masing rezim tersebut, Henan Asset menggunakan metode yang berbeda-beda dalam pengelolaan portofolio nasabah.
"Tak hanya mengenai berapa persen yang harus kita masukin ke equity, berapa persen yang harus kita masukin ke bonds, dan lain-lain. Tapi bagaimana kita men-deploy-nya juga," tegas dia.
'Men-deploy cash kita itu adalah sesuatu yang kita perhatikan. Jadi secara standar pasti ada top-down view yang kita punya. Dari sisi global, makro seperti apa, fundamental seperti apa, baru masuk ke domestic," tambah Bagus.
(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]