Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Palangka Raya, VIVA – Aksi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan menyisakan keprihatinan bagi Zaskia Adya Mecca. Terjun langsung ke lokasi untuk membantu penanganan kebakaran, istri sutradara Hanung Bramantyo itu justru dibuat geram setelah melihat temuan mencurigakan yang mengarah pada dugaan kesengajaan pembakaran.

Baca Juga

Pengalaman tersebut dibagikan Zaskia melalui akun Instagram pribadinya. Di tengah perjuangan memadamkan api, ia menyaksikan langsung beratnya kondisi di lapangan, termasuk dugaan adanya pihak yang masih melakukan pembakaran ketika petugas berjibaku mengendalikan kobaran api.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kurang apa sih? Masih ngebakar-bakar lagi," ucap Zaskia Adya Mecca, dikutip Sabtu (24/10/2026).

Baca Juga

Kegeraman Zaskia semakin terlihat ketika seorang personel pemadam kebakaran memperlihatkan temuan botol yang diduga mengandung bahan bakar. Wadah tersebut ditemukan di tengah upaya pemadaman, sehingga menimbulkan kecurigaan mengenai kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam kebakaran yang terjadi.

"Tadi kami menemukan satu botol. Kalau dari baunya, bau Pertalite. Bau bensin gitu," kata seorang petugas laki-laki.

Baca Juga

Mendengar penjelasan tersebut, Zaskia tampak terkejut. Ia merespons temuan yang disampaikan petugas itu dengan mengucap Takbir, menggambarkan keterkejutannya atas situasi yang dihadapi para personel di lokasi karhutla.

"Allahu Akbar," ucap bintang film Ayat Ayat Cinta tersebut.

Persoalan yang dihadapi petugas ternyata tidak hanya berkaitan dengan luasnya area yang terbakar. Kobaran api juga mengancam infrastruktur penting, termasuk menara saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) yang berada di kawasan tersebut.

Zaskia menyoroti risiko yang bisa muncul apabila api terus merambat hingga mencapai fasilitas kelistrikan itu. Dampaknya dikhawatirkan tidak hanya memperburuk kondisi kebakaran, tetapi juga mengganggu pasokan listrik bagi masyarakat.

"Tower listrik, kalau ini kena sampai sini, berapa banyak lagi yang makin susah?" katanya.

Di tengah situasi tersebut, seorang personel pemadam mengungkapkan beratnya perjuangan yang harus dijalani tim di lapangan. Mereka harus bekerja dalam kondisi melelahkan selama berbulan-bulan, sementara potensi kebakaran masih menjadi ancaman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami di sisi lain, kami memadamkan luar biasa capeknya, lelahnya. 3 bulan tanpa istirahat," katanya.

Pernyataan itu memperlihatkan besarnya beban yang ditanggung para petugas dalam menangani karhutla. Mereka harus mengerahkan tenaga untuk memadamkan api, termasuk menyambungkan selang hingga puluhan meter di medan yang sulit, demi mencegah kebakaran meluas.

Halaman Selanjutnya

Upaya tersebut menjadi semakin krusial karena keberadaan SUTET berkaitan dengan penyaluran listrik ke wilayah sekitarnya. Jika infrastruktur itu terdampak, konsekuensinya berpotensi dirasakan oleh masyarakat dalam skala yang lebih luas.