Penanganan karhutla membutuhkan kebersamaan dan sinergi dari berbagai pihak.
Banjarbaru (ANTARA) - Hasnur Group bersama sejumlah entitasnya turut mendukung upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan.
Dukungan dilakukan melalui patroli dan edukasi pencegahan, pengerahan tim tanggap darurat untuk pemadaman, serta penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.
Dukungan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat, dan unsur terkait, serta diperkuat melalui penyerahan bantuan di Posko Guntung Damar, Banjarbaru, pada Jumat (28/8).
Bantuan diserahkan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman dan diterima oleh Ketua Satgas Posko Guntung Damar, Ir. H. Endarto. Dalam kesempatan tersebut, Hasnuryadi meninjau langsung posko dan kesiapsiagaan tim emergency Hasnur Group bersama personel gabungan di lapangan.
Di Kalimantan Selatan, dukungan Hasnur Group telah berlangsung sejak 20 Agustus 2026 melalui pengerahan personel dan sumber daya dari sejumlah entitas, termasuk Emergency Response Team (ERT) PT Bhumi Rantau Energi (BRE) dan PT Hasnur Riung Sinergi (HRS) yang bergabung dalam posko gabungan untuk mendukung penanganan karhutla.
Tim tersebut mendukung pemantauan dan penanganan di sejumlah titik yang dinilai rawan terjadi kebakaran. Personel dilengkapi dengan alat pelindung diri, peralatan komunikasi, dan peralatan pemadaman untuk mendukung operasi di lapangan.
Hasnuryadi mengatakan, penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi dan peran aktif dari berbagai pihak, dengan masing-masing pihak berkontribusi sesuai peran dan kapasitasnya.
“Penanganan karhutla membutuhkan kebersamaan dan sinergi dari berbagai pihak. Pemerintah, aparat, masyarakat, dunia usaha, relawan, serta unsur terkait lainnya memiliki peran masing-masing dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan di lapangan. Kami mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang turut membantu sesuai kapasitasnya,” ujar Hasnuryadi.
Selain dukungan di kawasan Guntung Damar, PT Hasnur Citra Terpadu (HCT) melakukan patroli terpadu dan edukasi masyarakat di sejumlah kawasan rawan karhutla di Kabupaten Tapin. Kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 30 personel bersama BPBD Kabupaten Tapin, aparat, dan unsur terkait lainnya. Edukasi pencegahan juga dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat dan pemasangan spanduk di sejumlah lokasi.
Pada sisi penanganan di lapangan, HCT bersama PT Barito Putera Plantation (BPP) turut mengerahkan personel dalam operasi gabungan di wilayah Desa Pengayuan dan Liang Anggang, Banjarbaru.
Bersama unsur terkait dan tim gabungan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), personel membantu upaya pemadaman menggunakan pompa portable.
Tim Tanggap Penanggulangan Keadaan Darurat (TPKD) HCT, BPP, dan PT Hasnur Jaya Internasional (HJI) juga turut membantu pengendalian kebakaran di lahan masyarakat.
Dukungan kepada masyarakat turut dilakukan melalui kolaborasi Hasnur Group bersama Unit Pembagian Zakat Bakti Bersama, Yayasan Hasnur Centre, dan Pemuda Bakti Banua. Bantuan yang dihimpun secara bertahap direalisasikan dalam bentuk masker, vitamin C dan E, obat batuk dan pilek, serta obat tetes mata bagi masyarakat di Banjarbaru.
Presiden Direktur Hasnur Group, Jayanti Sari, mengatakan Hasnur Group bersama entitasnya terus memberikan dukungan sesuai kapasitas yang dimiliki.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan memberikan dukungan sesuai kapasitas yang kami miliki untuk membantu penanganan karhutla di lapangan,” ujar Jayanti.
Hasnur Group akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, aparat, serta pihak terkait dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan karhutla di wilayah Kalimantan.
Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Hasnur Group untuk berkontribusi dalam menjaga lingkungan dan mendukung masyarakat di wilayah operasional dan sekitarnya.
Pewarta: Firman
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.