Jakarta (ANTARA) - Pasangan Indonesia Subhi/Stevani Maysche Ibo finis di peringkat ketujuh nomor ganda campuran kayak 500 meter setelah mencatatkan waktu satu menit 46,871 detik dalam perlombaan yang diikuti delapan pasangan di Miyoshi Lake Canoe Course, Jepang, Sabtu.

Penampilan tersebut menjadi pengalaman berbeda bagi Subhi dan Stevani karena mereka terbiasa turun pada nomor 200 meter, sedangkan pada perlombaan itu mereka harus beradaptasi dengan jarak 500 meter dalam nomor ganda campuran kayak.

"Kami sebenarnya memang pasangan. Kalau SEA Games itu memang spesialis jarak 200 meter, dan sekarang kami di 500 meter," kata Stevani seusai perlombaan.

Perubahan nomor tersebut membuat persiapan pasangan Indonesia tidak berlangsung panjang. Stevani mengatakan latihan bersama sebagai pasangan ganda campuran baru dilakukan sekira tiga hingga empat hari sebelum keberangkatan.

Waktu persiapan yang singkat itu terjadi karena masing-masing atlet sebelumnya memiliki fokus pada nomor yang berbeda. Stevani lebih banyak mempersiapkan diri untuk nomor kayak K2, sedangkan pasangannya berfokus pada kayak K4.

"Saya fokus di nomor kayak 2, begitupun pasangan saya fokus di kayak 4, jadi penyesuaian di mixed belum sempurna," ujar Stevani.

Selain harus menyesuaikan diri dengan nomor baru, Subhi/Stevani juga harus menggunakan perahu berbeda dari yang selama ini mereka gunakan dalam latihan. Perahu yang telah mereka pakai selama berbulan-bulan tidak sampai ke lokasi pertandingan.

Kondisi itu membuat pasangan Indonesia harus mengambil perahu baru dan kembali melakukan penyetelan agar sesuai dengan karakter kayuhan mereka.

"Perahu yang sudah kami pakai untuk latihan berbulan-bulan itu, kami sudah rasa nyaman dengan perahu itu. Tapi, perahu itu tidak sampai. Jadi, kami di sini ambil perahu baru. Kami setting lagi, jadi harus adaptasi lagi," kata Stevani.

Menurut Stevani, penggunaan perahu baru menjadi salah satu hal yang turut mempengaruhi persiapan mereka. Meski demikian, dia menegaskan kondisi tersebut tidak mengurangi semangat keduanya untuk tetap tampil maksimal.

Selain faktor peralatan, cuaca dingin di lokasi perlombaan juga turut menjadi salah satu hal yang dirasakan pasangan Indonesia selama pertandingan.

"Kemampuan lawan, persiapan mereka sudah jauh-jauh hari, begitu pun juga kami. Tapi, kami sudah melakukan dengan maksimal," ujar Stevani.

Dalam hasil perlombaan, pasangan China Li Chenhao/Zhang Luxi menjadi yang tercepat dengan catatan waktu satu menit 39,444 detik. Korea Selatan menempati posisi kedua dengan waktu satu menit 40,349 detik, sementara Jepang berada di peringkat ketiga dengan satu menit 40,720 detik.

Pasangan Kazakhstan finis di posisi keempat dengan waktu satu menit 41,272 detik, diikuti Iran dengan satu menit 44,415 detik dan Vietnam dengan satu menit 45,312 detik.

Subhi/Stevani berada di posisi ketujuh dengan selisih 7,427 detik dari pasangan China yang menjadi pemenang. Sementara itu, wakil Thailand menempati posisi kedelapan dengan waktu satu menit 47,514 detik.

Pewarta: Arindra Meodia
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.