asiawebawards.com
  • 2026-07-25 12:30:00 +0000 UTC

    Jul 25, 2026

    Harta Susut Nyaris Setengahnya, Apa yang Buat Elon Musk Kehilangan US$700 Miliar?

    Warta Ekonomi, Jakarta -

    Kekayaan Elon Musk menyusut sekitar USD650 miliar hingga US$700 miliar di atas kertas hanya dalam lima pekan. Penurunan ini dipicu anjloknya harga saham SpaceX dan Tesla. 

    Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, kekayaan bersih Elon Musk turun dari sekitar US$1,45 triliun pada 16 Juni menjadi sekitar USD738 miliar pada 23 Juli 2026. Meski demikian, dia masih menjadi orang terkaya di dunia.

    Mengutip Investing.com, Sabtu (25/7/2026), saham SpaceX (SPCX) telah kehilangan hampir 50 persen nilainya sejak mencapai rekor tertinggi setelah IPO.

    SpaceX melantai di bursa pada 12 Juni 2026 dengan harga IPO US$135 per saham dan sempat melonjak ke USD225,64 pada 16 Juni. Namun, hingga penutupan perdagangan Jumat (24/7/2026), harganya turun menjadi US$112,96 atau sekitar 16 persen di bawah harga IPO.

    Meski nilai kepemilikan Musk menyusut, kendalinya atas SpaceX tetap kuat. Berdasarkan dokumen yang disampaikan ke Securities and Exchange Commission (SEC), Musk memiliki sekitar 42 persen kepemilikan ekonomi, tetapi menguasai sekitar 82 persen hak suara melalui struktur saham dua kelas.

    Di sisi lain, penurunan harga saham justru menguntungkan pelaku short selling. Menurut Investing.com, para short seller mencatat keuntungan di atas kertas sekitar US$15,5 miliar, sementara posisi jual meningkat hingga sekitar sepertiga dari saham yang beredar.

    Anjloknya kekayaan Musk dipicu dua faktor utama. Pertama, pembatalan peluncuran Starship pada 16 Juli akibat kegagalan mesin yang menekan saham SpaceX lebih dari 4 persen pada perdagangan after-hours. Forbes memperkirakan insiden itu memangkas kekayaan Musk lebih dari US$45 miliar.

    Kedua, laporan keuangan Tesla kuartal II yang mengecewakan. Laba per saham (EPS) non-GAAP hanya mencapai US$0,33, di bawah ekspektasi analis sebesar US$0,50. Pendapatan operasional juga turun 56,88 persen menjadi US$398 juta, sementara arus kas bebas berubah negatif setelah belanja modal melonjak.

    Laporan tersebut memicu aksi jual besar-besaran. Saham Tesla anjlok 14,52 persen dalam sehari, penurunan harian terbesar sejak Juni 2025, yang diperkirakan memangkas kekayaan Musk sekitar US$18,6 miliar.

    Di tengah tekanan tersebut, ELon Musk masih menjadi orang terkaya di dunia. Dia juga memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan penggabungan Tesla dan SpaceX.

    Dalam paparan kinerja Tesla, Elon Musk menyebut sinergi kedua perusahaan semakin besar, termasuk integrasi Starlink ke Cybertruck dan pengembangan TeraFab. Namun, dia menegaskan rencana tersebut masih sebatas wacana dan harus melalui proses yang sesuai.

    Selanjutnya, perhatian investor akan tertuju pada tiga hal berikut ini, yakni laporan keuangan perdana SpaceX sebagai perusahaan publik pada 4 Agustus, berakhirnya masa lock-up saham pada 6 Agustus, serta jadwal uji coba Starship berikutnya.

    Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

    2026-07-25 12:30:00 +0000 UTC