Hari Anak Nasional Jadi Momentum Perkuat Ketahanan Finansial Keluarga |Republika Online
Logo Prudential Syariah. Hari Anak Nasional jadi momentum meningkatkan ketahanan finansial demi masa depan anak.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya ketahanan ekonomi keluarga sebagai fondasi dalam melindungi masa depan anak. Di tengah berbagai risiko kehidupan, kesiapan finansial dinilai berperan penting menjaga keberlangsungan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan anak apabila keluarga menghadapi situasi yang tidak terduga.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2024 menunjukkan penetrasi asuransi nasional baru mencapai sekitar 2,8 persen. Angka tersebut mengindikasikan masih banyak keluarga Indonesia yang belum memiliki perlindungan finansial memadai sehingga rentan menghadapi tekanan ekonomi ketika kehilangan sumber pendapatan utama.
Temuan itu sejalan dengan survei yang diinisiasi Prudential yang menunjukkan lebih dari 40 persen masyarakat Indonesia menempatkan keluarga sebagai prioritas utama dalam hidup. Meski demikian, lebih dari 80 juta keluarga di Indonesia masih hidup tanpa perlindungan keuangan yang memadai.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kerentanan ekonomi rumah tangga, terutama bagi anak-anak yang bergantung pada keberlangsungan pendapatan keluarga untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan tumbuh kembang mereka.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti Gautama mengatakan, Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa melindungi masa depan anak tidak hanya melalui kasih sayang dan pendidikan, tetapi juga dengan membangun kesiapan keluarga menghadapi berbagai risiko ekonomi.
"Anak selalu menjadi prioritas setiap orang tua. Karena itu, melindungi masa depan mereka perlu dipersiapkan sejak hari ini, termasuk melalui perlindungan finansial yang dapat membantu keluarga menghadapi berbagai risiko kehidupan," ujar Vivin dalam keterangan, Sabtu (25/7/2026).
Menurutnya, masih rendahnya tingkat perlindungan keuangan keluarga menjadi tantangan bersama yang perlu direspons melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan.