Jakarta, CNN Indonesia --
Harga ayam mengalami kenaikan dalam sebulan terakhir. Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Sugeng Wahyudi mengatakan kenaikan harga ayam di tingkat konsumen tak lepas dari meningkatnya biaya produksi, terutama harga pakan dan anak ayam atau day old chick (DOC).
"Betul, ada kenaikan harga ayam di kandang satu bulan terakhir. Di kandang saat ini harga di kisaran Rp24 ribu sampai Rp25 ribu per kilogram ayam hidup. Pasti daging ayamnya juga naik," kata Sugeng kepada CNNIndonesia.com, Senin (31/8).
Menurutnya, harga ayam hidup tersebut masih berada di kisaran harga acuan pembelian (HAP), yakni Rp25 ribu per kilogram (kg) di tingkat peternak. Sementara harga karkas ayam saat ini berada di kisaran Rp40 ribu per kg.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikan tersebut salah satunya dipicu harga pakan yang meningkat dalam tiga bulan terakhir. Harga pakan yang sebelumnya berada di kisaran Rp8.300-Rp8.500 per kg kini mencapai sekitar Rp9.500 per kg.
Selain pakan, harga DOC juga naik dari sekitar Rp6.000 menjadi Rp8.000-an per ekor. Kondisi tersebut terjadi ketika pasokan dan permintaan ayam relatif berimbang.
"Naiknya harga ini disebabkan oleh naiknya harga pakan ayam tiga bulan terakhir naik Rp1.000 sampai Rp1.200, yang semula Rp8.300 sampai Rp8.500 saat ini Rp9.500-an per kg. Ini yang menyebabkan harga naik, demikian juga dengan anak ayam atau DOC yang semula Rp6.000 saat ini Rp8.000-an per ekor, di samping faktor supply dan demand yang imbang," tuturnya.
Kenaikan harga juga tercermin dalam data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS). Per Senin (31/8), harga daging ayam ras segar secara nasional tercatat Rp42.850 per kg, naik Rp600 atau 1,42 persen dibandingkan posisi sebelumnya sebesar Rp42.250 per kg pada 24 Agustus.
Di sejumlah daerah, harga ayam tercatat lebih tinggi. Sumatra Barat mencapai Rp56.100 per kg dan Sumatra Utara Rp53.300 per kg. Sementara di DKI Jakarta harga tercatat Rp43.400 per kg, Jawa Barat Rp41.900, Jawa Tengah Rp41.100, dan Jawa Timur Rp40.300 per kg.
Untuk pasokan ke wilayah DKI Jakarta, Sugeng menilai harga karkas sekitar Rp40 ribu per kg masih berada pada level yang cukup ideal bagi peternak.
"Dengan harga kisaran Rp40 ribu per kg karkas, menurut hemat kami cukup ideal," katanya.
Meski peternak masih memperoleh margin dari harga saat ini, kenaikan biaya input membuat risiko usaha juga meningkat. Ia menilai inefisiensi di sepanjang rantai pasok dapat terjadi apabila harga karkas di tingkat eceran jauh lebih tinggi dari Rp40 ribu per kg.
Ia juga berharap keseimbangan pasokan DOC tetap terjaga sehingga peternak masih memiliki margin yang cukup untuk melanjutkan usaha. Menurutnya, penyesuaian pasokan memang diperlukan setelah sebelumnya terjadi kelebihan pasokan.
"Faktor naiknya input, fakta DOC dan pakan naik. Keseimbangan supply DOC memang menjadi harapan peternak, dengan suatu harapan ada margin yang bisa dinikmati peternak, karena jika tidak maka keberlangsungan usaha akan terhenti," ujarnya.
Selain menjaga keseimbangan pasokan, ia mendorong peningkatan penyerapan ayam melalui produk olahan, ekspor, serta pembentukan cadangan pangan pemerintah berbasis ayam.
Menurutnya, skema tersebut dapat menjadi penyangga ketika harga ayam di masyarakat dinilai terlalu mahal atau ketika harga yang diterima peternak justru berada pada level yang merugikan.
(del/ins)