Kamis, 17 September 2026 - 16:04 WIB
VIVA – Insiden dua handphone yang terbakar di dalam tas penumpang Commuter Line 1641 relasi Rangkasbitung–Tanah Abang di Stasiun Rawa Buntu, Kamis, 17 September 2026, sempat membuat penumpang panik. Asap yang muncul awalnya diduga berasal dari kereta, tetapi petugas kemudian menemukan sumbernya berasal dari dua unit handphone di dalam tas.
Baca Juga
Salah satunya diketahui sedang digunakan sebagai hotspot, sementara kedua perangkat berada di dalam tas ketika kejadian.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa baterai gadget, khususnya yang menggunakan teknologi lithium-ion, tetap memiliki risiko apabila mengalami kondisi tertentu. Teknologi ini memang dirancang dengan berbagai sistem pengamanan, tetapi kerusakan atau kondisi ekstrem dapat memicu masalah serius.
Baca Juga
Lantas, apa saja faktor yang bisa membuat baterai handphone sampai terbakar atau bahkan meledak? Berikut penjelasannya, sebagaimana dihimpun dari Consumer Reports, Kamis, 17 September 2026.
1. Gadget mengalami panas berlebih
Baca Juga
Suhu yang terlalu tinggi menjadi salah satu kondisi yang perlu diwaspadai pada perangkat dengan baterai lithium-ion. Panas dapat membuat komponen baterai menjadi tidak stabil dan meningkatkan risiko kerusakan.
Perangkat sebaiknya tidak dibiarkan terkena panas ekstrem, termasuk di dalam mobil yang terparkir atau di bawah paparan sinar matahari langsung. Jika handphone terasa sangat panas ketika sedang digunakan atau diisi daya, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.
Panas juga bisa semakin meningkat ketika perangkat digunakan untuk aktivitas yang membebani prosesor dalam waktu lama.
2. Terjadi thermal runaway
Salah satu mekanisme yang dapat menyebabkan baterai terbakar disebut thermal runaway. Kondisi ini terjadi ketika panas di dalam baterai memicu reaksi kimia yang menghasilkan panas lebih lanjut.
Proses tersebut dapat berlangsung seperti efek domino. Semakin tinggi temperatur, semakin besar kerusakan pada bagian internal baterai. Dalam kondisi ekstrem, suhu dapat meningkat sangat tinggi hingga elektrolit yang mudah terbakar ikut menyala dan menyebabkan kebakaran atau ledakan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
3. Baterai mengalami korsleting internal
Baterai lithium-ion memiliki lapisan pemisah yang menjaga elektroda positif dan negatif agar tidak bersentuhan secara langsung. Apabila pemisah tersebut rusak, kedua bagian dapat bersentuhan dan menimbulkan korsleting. Korsleting internal dapat menghasilkan panas secara cepat dan menjadi pemicu thermal runaway.
Halaman Selanjutnya
4. Ada cacat pada proses produksi