Pernah merasa sudah melakukan banyak hal, tetapi hidup seperti tidak bergerak ke mana-mana? Kamu bekerja, menjalani rutinitas, bertemu orang, bahkan mencoba berbagai hal baru, tetapi tetap muncul perasaan hidup jalan di tempat.
Perasaan seperti ini memang melelahkan karena membuat kamu mempertanyakan pencapaian sendiri. Namun, bukan berarti kamu gagal atau benar-benar tidak berkembang. Bisa jadi, kamu hanya sedang membutuhkan jeda untuk melihat kembali apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan.
Kalau sedang berada di fase seperti ini, ada beberapa hal sederhana yang bisa dicoba dilansir dari Psych Central. Yuk, simak satu per satu, Beauties!
Sadari Apa yang Membuatmu Merasa Stuck

Sadari Apa yang Membuat Stuck/Foto: Magnific
Sebelum mencari solusi, coba pahami dulu apa yang membuat kamu merasa hidup jalan di tempat. Apakah kamu terlalu takut gagal, sering menunda, terus membandingkan diri dengan orang lain, atau justru berada dalam rutinitas yang sudah tidak sesuai dengan keinginanmu?
Kamu bisa menuliskan hal-hal yang akhir-akhir ini membuatmu frustasi dan melihat pola yang muncul. Dengan begitu, masalahnya terasa lebih konkret dan kamu bisa menentukan bagian mana yang masih dapat diubah. Jika proses ini terasa terlalu berat, berbicara dengan psikolog juga bisa membantu.
Ambil Kembali Kendali atas Pilihanmu

Ambil Kendali Pilihanmu/Foto: Magnific
Ketika merasa stuck, mudah sekali menyalahkan keadaan atau orang lain atas hal-hal yang tidak berjalan sesuai harapan. Padahal, terlalu lama berada dalam pola tersebut justru bisa membuat kamu merasa tidak punya kendali atas hidup sendiri.
Coba bedakan antara hal yang memang berada di luar kendali dan hal yang masih bisa kamu lakukan. Kamu tidak bisa mengubah keputusan orang lain atau masa lalu, tetapi kamu masih bisa menentukan respons, pilihan, dan langkah berikutnya.
Kembali Fokus pada Saat Ini

Fokus dengan Masa Kini/Foto: Magnific
Terkadang, rasa stuck muncul karena pikiran terlalu sibuk mengulang masa lalu atau mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi. Akibatnya, kamu menjalani hari seperti autopilot tanpa benar-benar menyadari apa yang sedang dilakukan.
Cobalah kembali memperhatikan hal-hal sederhana di depan mata. Fokus ketika makan, berjalan, bekerja, atau berbicara dengan orang lain. Memberikan ruang untuk bernapas dan mengambil keputusan dengan lebih tenang juga dapat membantu kamu melihat situasi secara lebih jernih.
Lepaskan Ekspektasi yang Tidak Realistis

Lepaskan Ekspektasi yang Tidak Realistis/Foto: Magnific
Kamu mungkin merasa tertinggal karena melihat orang lain sudah mendapatkan pekerjaan impian, menikah, membeli rumah, atau mencapai sesuatu yang masih kamu perjuangkan. Padahal, setiap orang memiliki kondisi dan waktu yang berbeda.
Kalau punya kecenderungan perfeksionis atau takut gagal, coba evaluasi kembali target yang kamu buat. Tetap punya ambisi itu baik, tetapi jangan sampai standar yang terlalu tinggi membuat setiap pencapaian terasa tidak pernah cukup.
Belajar Menyayangi Diri Sendiri

Belajar Menyayangi Diri Sendiri/Foto: Magnific
Coba perhatikan cara kamu berbicara kepada diri sendiri ketika melakukan kesalahan. Kalau sahabatmu mengalami hal yang sama, apakah kamu akan mengatakan bahwa dirinya tidak cukup baik? Kalau tidak, kamu juga tidak perlu memperlakukan dirimu dengan cara tersebut.
Mulailah menjadi lebih berempati kepada diri sendiri. Istirahat yang cukup, melakukan aktivitas yang kamu sukai, dan memberikan waktu untuk memulihkan energi bukanlah kemunduran. Justru, hal-hal tersebut bisa membuatmu punya tenaga untuk kembali bergerak.
Tentukan Gambaran Hidup yang Kamu Inginkan

Tentukan Gambaran Hidupmu/Foto: Magnific
Kalau merasa stuck, mungkin kamu bukan tidak punya kemampuan untuk maju, tetapi belum benar-benar tahu ingin menuju ke mana. Coba bayangkan kehidupan yang ingin kamu jalani, mulai dari karier, hubungan, keuangan, tempat tinggal, hingga aktivitas sehari-hari.
Setelah punya gambaran, ubah keinginan tersebut menjadi langkah kecil yang bisa dilakukan. Misalnya, kalau ingin berganti karier, kamu bisa mulai mempelajari skill baru, memperbarui CV, atau mencari lowongan yang sesuai. Tujuan besar akan terasa lebih mungkin dicapai ketika kamu tahu langkah pertama yang harus dilakukan.
Merasa hidup jalan di tempat bukan berarti kamu benar-benar gagal berkembang. Ada fase ketika hidup memang terasa lambat karena kamu sedang mengevaluasi diri, mengubah prioritas, atau mencari arah yang lebih sesuai.
Daripada terus membandingkan perjalananmu dengan orang lain, coba tanyakan apa yang sebenarnya kamu butuhkan saat ini. Mungkin kamu perlu beristirahat, mengubah kebiasaan, menetapkan tujuan baru, atau sekadar berhenti menuntut diri untuk selalu punya jawaban.
Tidak harus langsung melakukan perubahan besar. Satu langkah kecil yang konsisten tetap lebih berarti daripada terus menunggu sampai kamu merasa benar-benar siap. Jadi, kalau hari ini hidup terasa stuck, pelan-pelan saja, ya, Beauties. Kamu masih punya banyak kesempatan untuk menentukan arah berikutnya!
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
Pilihan Redaksi
- Stres Malah Bikin Sukses? Yuk Mengenal Eustress, Jenis Stres Positif yang Bikin Termotivasi
- 10 Quotes Terbaik dari Film Hollywood yang Bisa Mengubah Cara Pandangmu tentang Kehidupan
- 3 Sikap Perempuan Percaya Diri yang Bikin Auranya Terlihat Kuat
(naq/naq)