Warta Ekonomi, Jakarta -

Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam  memperbesar jumlah saham yang akan diakuisisi PT Jhonlin Baratama di PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi 10,08 miliar saham. Perubahan tersebut memicu pergerakan saham BYAN yang berbalik turun 6,32% pada perdagangan Rabu (7/10/2026).

Berdasarkan data perdagangan yang terlihat pada Rabu (7/10/2026) pukul 11.25 WIB, saham BYAN berada di level Rp12.600 per saham. Harga tersebut turun Rp850 atau 6,32% dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp13.450.

Padahal, pada perdagangan Selasa (6/10/2026), saham BYAN justru melonjak 9,80% atau Rp1.200 dari perdagangan sebelumnya.

Perubahan peta kepemilikan BYAN tersebut diumumkan manajemen Bayan Resources melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (6/10/2026).

Dalam perubahan perjanjian jual beli saham bersyarat atau conditional share purchase agreement (CSPA), jumlah saham yang akan dialihkan kepada PT Jhonlin Baratama bertambah dari sebelumnya 10 miliar saham menjadi sekitar 10,08 miliar saham.

Perubahan CSPA tersebut ditandatangani pada 1 Oktober 2026 oleh Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low bersama PT Jhonlin Baratama. Sebelumnya, perjanjian jual beli saham bersyarat telah ditandatangani pada 16 September 2026.

Direktur Bayan Resources Jenny Quantero mengatakan, setelah transaksi selesai dan seluruh persyaratan terpenuhi, PT Jhonlin Baratama akan memiliki sekitar 10,08 miliar saham BYAN.

"Perubahan perjanjian tersebut tidak berdampak material negatif terhadap operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan," ungkap Jenny dalam keterangan resmi.

Rencana akuisisi tersebut juga berlangsung ketika jumlah pemegang saham BYAN meningkat signifikan. Berdasarkan data BEI, jumlah pemegang saham BYAN per 30 September 2026 mencapai 8.187 investor, meningkat 65,76% dibandingkan bulan sebelumnya.

Di sisi lain, saham BYAN yang beredar di publik atau free float tercatat sebanyak 7,096 miliar saham, setara dengan 21,289% dari total saham perseroan.

Baca Juga: Haji Isam Tambah Borong Saham BYAN, Porsinya Makin Jumbo

Baca Juga: Daftar Pemegang Saham BYAN Terbaru, Haji Isam Sudah Masuk?

Adapun nilai transaksi akuisisi 10 miliar saham BYAN sebelumnya ramai diisukan mencapai US$3 miliar atau sekitar Rp52,5 triliun dengan asumsi kurs Rp17.500 per dolar AS.

Namun, angka tersebut bukan nilai transaksi resmi yang telah diumumkan dalam keterbukaan informasi BYAN. Manajemen juga belum mengungkapkan nilai jual beli saham yang menjadi objek transaksi tersebut.

Jika menggunakan angka US$3 miliar sebagai asumsi, nilai tersebut setara dengan sebagian dari kapitalisasi pasar BYAN yang mencapai sekitar US$26 miliar. Angka tersebut, bagaimanapun, tidak dapat dianggap sebagai nilai transaksi resmi sebelum diumumkan perseroan.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri