Washington (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Jumat (25/9), dan menekankan perlunya menyelesaikan perang di Timur Tengah lewat dialog dan perundingan.

"Sekjen PBB menekankan kebutuhan mendesak untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah melalui dialog dan perundingan, dengan menghormati sepenuhnya hukum internasional, termasuk hak dan kebebasan navigasi internasional di dalam dan sekitar Selat Hormuz," menurut pernyataan PBB.

Guterres juga menegaskan kembali komitmen PBB untuk mendukung seluruh upaya diplomatik.

Pertemuan tersebut berlangsung ketika Iran mengatakan telah mengajukan proposal selama tujuh hari untuk mengakhiri permusuhan dan membuka kembali selat dengan nilai strategis tersebut.

Baca juga: Pezeshkian tolak bertemu Trump sebelum kepercayaan Iran dan AS pulih

Sebelumnya, Jumat (25/9), Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada wartawan bahwa proposal tersebut telah disampaikan Iran kepada AS melalui Qatar.​​​​​​​

Araghchi mengatakan jika kondisi yang diperlukan terpenuhi, maka Selat Hormuz akan dibuka dalam waktu tujuh hari.

Hingga kini, AS belum memberikan tanggapan secara terbuka terhadap proposal tersebut.

AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran sejak 28 Februari, yang menurut Iran telah menewaskan ribuan orang.

Iran kemudian merespons dengan serangan rudal dan drone di kawasan tersebut serta secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur strategis bagi pasokan energi.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Presiden Pezeshkian tepis rumor Iran produksi bom nuklir

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.