Gorontalo (ANTARA) - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mendorong penguatan kemitraan dengan sektor swasta untuk mendukung berbagai agenda pembangunan daerah sekaligus mengoptimalkan penggunaan anggaran pemerintah.
Gusnar mengatakan pemerintah tetap berperan sebagai penggerak dalam pelaksanaan berbagai kegiatan daerah, namun dukungan pihak swasta perlu lebih dioptimalkan, khususnya untuk kegiatan yang bersifat seremonial dan promosi daerah.
"2027 kegiatan seremonial dikurangi, dibiayakan kepada swasta. Jangan lagi pemerintah yang di depan. OPD jadi driver saja dari belakang," ujar Gusnar di Gorontalo, Selasa.
Menurut dia, pola kemitraan tersebut dapat diterapkan pada berbagai kegiatan, termasuk agenda olahraga, festival, dan promosi daerah.
Ia mencontohkan Gorontalo Half Marathon yang dapat mengoptimalkan dukungan sponsor untuk penyelenggaraannya.
"Ini untuk kegiatan-kegiatan lebih lanjut, termasuk kemarin kita ada menyaksikan Gorontalo Festival Karawo. Coba-coba sekarang kita pikir geser ke swasta itu, jangan lagi muncul di situ OPD," katanya.
Gusnar menilai keterlibatan swasta dapat membantu pemerintah melakukan efisiensi belanja, sehingga anggaran daerah dapat lebih diarahkan untuk program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Selain mendorong kemitraan dengan sektor swasta, ia juga mengusulkan efisiensi pada sejumlah belanja pemerintah. Salah satunya anggaran pakaian dinas gubernur yang diusulkan berkurang dari sekitar Rp226 juta menjadi Rp100 juta.
Dalam pembahasan APBD 2027, pemerintah juga masih menunggu perhitungan Dana Bagi Hasil (DBH) untuk dibahas lebih lanjut bersama DPRD Provinsi Gorontalo.
Gusnar mengatakan akan mengumpulkan seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah bersama Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo untuk menyatukan persepsi dan menyiapkan jawaban atas berbagai pandangan fraksi DPRD.
Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.