Letusan itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sementara 127 detik
Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur mengalami erupsi sebanyak enam kali dengan tinggi letusan hingga 1,2 kilometer di atas puncak pada Jumat pagi.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 04.54 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan dan letusan itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sementara sekitar 128 detik.
"Erupsi kedua terjadi pada pukul 05.17 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 400 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan. Letusan ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22.0 mm dan durasi sementara 122 detik," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Kemudian gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 05.20 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan. Letusan itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sementara 127 detik.
Baca juga: Aktivitas gunung Lewotobi Laki-laki di Flores menurun
"Erupsi kembali terjadi pada pukul 05.53 WIB dengan tinggi kolom letusan yang lebih tinggi yakni 1.200 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan," tuturnya.
Erupsi kelima terjadi pada pukul 06:20 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya, serta letusan terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi sementara 93 detik.
Dua jam kemudian, Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 08.20 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1 km di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya.
"Letusan itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi sementara sekitar 85 detik," katanya.
Baca juga: Erupsi di White Island, Selandia Baru naikkan status peringatan
Liswanto menjelaskan saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga. Dengan status Siaga tersebut, masyarakat pun tidak disarankan melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama pada wilayah sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak yang menjadi pusat erupsi.
"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," katanya.
Masyarakat tidak boleh beraktivitas dalam radius lima km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Ia mengimbau masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujarnya.
Baca juga: USGS peringatkan potensi erupsi baru Gunung Kilauea di Hawaii
Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.