Sindikasi perbankan pembangunan daerah (BPD) yang melibatkan delapan BPD milik 10 provinsi se-Sumatera

Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengusulkan empat skema kerja sama dalam menyatukan potensi ekonomi 10 provinsi se-Sumatera.

"Skema pertama yang diusulkan integrasi rantai nilai komoditas unggulan basis produksi menjadi basis industri," ucap Bobby usai Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera pada Pertemuan Tingkat Menteri, Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 di Medan, Rabu.

Gubernur mencontohkan, kelapa sawit di Sumatera Utara hingga kini baru menghasilkan sekitar 120 produk turunan, sehingga masih terbuka ruang memperkuat hilirisasi di seluruh wilayah Sumatera.

Skema kedua, lanjut dia, dengan pengembangan kawasan terintegrasi antarprovinsi se-Sumatera, khususnya sektor logistik.

Baca juga: Jakarta dan Guangdong bahas potensi penguataan kerja sama ekonomi

"Jalur logistik menyumbang sekitar 30 persen terhadap penentuan harga komoditas di Sumatera," kata Bobby.

Pihaknya mengusulkan pembangunan jalur kereta menghubungkan sentra produksi dengan komoditas yang memiliki kemiripan, seperti di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

"Dengan konektivitas itu, hasil bumi dari wilayah-wilayah tersebut dapat dipusatkan dan diekspor melalui jalur logistik internasional lebih efisien, termasuk memanfaatkan jalur Selat Malaka dan Samudra Hindia membidik pasar Tiongkok dan India," jelas dia.

Skema ketiga, kata Gubernur, melalui kerja sama berbasis proyek dan tepat waktu, karena selama ini masih banyak yang terhenti pada tahap wacana.

Baca juga: SEAPPI ungkap kunci RI raih potensi ekonomi dari AI Rp5,8 Kuadriliun

Sebagai turunannya, Bobby juga mengusulkan pembentukan BUMD gabungan lintas provinsi se-Sumatera sebagai alternatif pembiayaan proyek kawasan, seperti Danantara di tingkat nasional.

"Sindikasi perbankan pembangunan daerah (BPD) yang melibatkan delapan BPD milik 10 provinsi se-Sumatera," tuturnya.

Gubernur juga menyebut, skema keempat menjaga stabilitas harga pangan dan penguatan agribisnis melalui dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut telah membangun gudang penyangga pangan di Pulau Nias yang terintegrasi akses pelabuhan untuk membantu menstabilkan harga kebutuhan pokok di wilayah kepulauan itu.

Baca juga: DKI targetkan potensi transaksi JITEX 2026 capai Rp16 triliun

"Harusnya di beberapa daerah terluar yang ada di daerah memiliki stok pangan, buffer stok minimal untuk tiga bulan pencadangan pangan suatu daerah," papar Bobby.

Gubernur Jambi Al Haris berharap kerja sama antardaerah itu dapat terus berlanjut, sehingga Pulau Sumatera menjadi satu kawasan dengan pemerataan pembangunan yang semakin baik.

Pihaknya juga menyatakan, Pemprov Jambi sepakat dengan usulan yang disampaikan oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.

"Yang penting adalah komitmen kita dalam rakor ini bagaimana menguatkan peran penting provinsi di Pulau Sumatera, sehingga tidak hanya berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga menguatkan ekonomi daerah," kata Al Haris.

Baca juga: Muhammadiyah-KKP perkuat sinergi optimalkan potensi ekonomi maritim

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.