Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal bersama Tim Solidaritas KR-BNN NTB memutuskan memperpanjang agenda kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur (NTT) selama satu hari lagi setelah semula dijadwalkan kembali ke NTB pada Jumat pagi.
"Kita tunda setelah melihat langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak gempa di Manggarai Timur," ujar Iqbal melalui keterangan resmi yang diterima di Mataram, Jumat.
Dari Posko Inti Tim NTB di Dusun Dampe, Desa Satar Pudut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Iqbal memilih melanjutkan perjalanan darat menuju Borong, Ibu Kota Kabupaten Manggarai Timur. Perjalanan selama sekitar lima jam itu ditempuh untuk melakukan koordinasi langsung dengan jajaran pemerintah daerah terkait langkah penanganan lanjutan.
Setibanya di Posko Borong, rombongan Tim NTB disambut Sekretaris Daerah Manggarai Timur bersama jajaran perangkat daerah, relawan, dan masyarakat, karena Bupati dan Wakil Bupati sedang berada di lapangan membersamai masyarakat terdampak. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan haru.
Iqbal menegaskan, kehadiran NTB merupakan wujud solidaritas kepada masyarakat NTT yang sedang menghadapi masa sulit. Tim Solidaritas KR-BNN NTB yang telah berada di lapangan, kata dia, siap terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur agar dukungan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.
Baca juga: Gubernur Koster tinjau dampak gempa NTT wujud persaudaraan Bali Nusra
"Dalam situasi seperti ini, kebersamaan adalah kekuatan yang paling penting untuk mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat. Kami datang dari NTB sebagai saudara. Tim kami sudah berada di lapangan, dan apa yang bisa kami bantu tentu akan kami koordinasikan dengan pemerintah daerah," ujar Iqbal.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur juga berbagi pengalaman penanganan dan pemulihan pasca-gempa Lombok. Pengalaman itu, menurut dia, menjadi pelajaran penting bahwa penanganan bencana membutuhkan kerja bersama, koordinasi yang kuat, dan kesabaran dalam mendampingi masyarakat melewati masa darurat hingga pemulihan.
"Kami pernah merasakan situasi yang sama. Karena itu kami memahami apa yang dirasakan saudara-saudara kami di sini. Yang terpenting adalah tetap kuat, tetap bersama, dan tidak kehilangan harapan untuk bangkit kembali,” katanya.
Baca juga: Emir Qatar menyampaikan dukacita ke Presiden Prabowo atas gempa NTT
Ia menambahkan keputusan memperpanjang agenda di NTT menjadi bagian dari komitmen tersebut.
"Solidaritas kemanusiaan tidak berhenti pada penyerahan bantuan, tetapi juga membutuhkan kehadiran, komunikasi, dan kerja bersama agar masyarakat terdampak tidak merasa menghadapi bencana sendirian," katanya.