Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster memaparkan sejumlah mega proyek pembangunan infrastruktur strategis untuk mengatasi persoalan kemacetan dan memperkuat fondasi ekonomi daerah, mulai dari rencana pembangunan kereta api hingga perubahan trase Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi, dalam rapat paripurna DPRD Bali.
"KAI sudah tiga kali paparan, sudah oke, anggarannya juga sudah disiapkan, jadi mulai 2027 akan dibangun kereta," kata Koster di Denpasar, Senin.
Dalam pemaparannya, Gubernur Bali menjelaskan bahwa proyek perkeretaapian ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Bappenas kepada Direktur Utama Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mengatasi kemacetan parah di jalur Bandara Ngurah Rai menuju Canggu.
Proyek ini ditargetkan melakukan peletakan batu pertama langsung oleh Presiden Prabowo Subianto karena berkaitan dengan penanganan kemacetan di Bali.
Koster memastikan desain kereta juga dirancang khusus dengan mengusung estetika budaya Bali agar selaras dengan sektor pariwisata.
Jika seluruh rangkaian proyek ini berjalan lancar, Pemprov Bali optimistis persoalan kemacetan di Bali dapat teratasi secara tuntas pada 2028.
Dalam rapat paripurna tersebut, kepada dewan ia juga menyampaikan perkembangan terbaru mengenai pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi.
Berdasarkan pertimbangan teknis dan perencanaan ulang, terdapat penyesuaian tras dimana ruas jalan Gilimanuk hingga Pekutatan tidak lagi berstatus jalan tol sebagaimana rencana awal gubernur.
Gantinya, sepanjang jalur tersebut dilakukan peningkatan kapasitas jalan nasional, sementara ruas Pekutatan menuju Mengwi tetap dilanjutkan sebagai jalan tol.
"Mudah-mudahan ini tidak ada halangan karena ada perubahan trase, sehingga ada perubahan perencanaan, perubahan anggaran," ujar Koster dilanjutkan membahas target agar proses tender dapat berlangsung pada akhir tahun 2026 dan pengerjaan fisik bisa dimulai pada awal 2027.
Di rapat paripurna tersebut Koster juga mengungkap sejumlah proyek infrastruktur pendukung yang didanai APBN bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan.
Beberapa di antaranya seperti pembangunan overpass untuk mengurai kemacetan di kawasan Jimbaran, pembangunan Jembatan di Nusa Lembongan, serta gedung parkir terpadu di kawasan Pura Batur Kintamani, guna mengatasi kemacetan akibat aktivitas pariwisata.
"Semua akan jalan 2027 dalam waktu 2 tahun, jadi 2027–2028 bangunan gedung parkir di Batur itu selesai, tidak lagi mampet di jalan depan Pura Batur itu," tuturnya.
Di sektor logistik dan transportasi laut, Pemprov Bali juga mendorong pengoperasian dermaga baru di Pelabuhan Celukan Bawang oleh ASDP untuk mengalihkan sebagian truk logistik sehingga tidak lagi membebani jalur darat Gilimanuk-Denpasar.
Selain itu, pengembangan pelabuhan di Amed dan Kusamba turut disiapkan guna mendukung konektivitas logistik sekaligus pariwisata bahari keliling Bali.
Melalui rangkaian megaproyek yang terintegrasi ini, Gubernur Koster berharap Bali memiliki fondasi ekonomi dan pariwisata yang jauh lebih kokoh di masa mendatang.
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.