Gubernur Kaltara: Pembangunan jaringan kereta api tekan biaya logistik
Jumat, 18 September 2026 16:17 WIB
Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang (ANTARA/HO-DKISP Kaltara)
Tanjung Selor (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A Paliwang mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara mendorong pembangunan jaringan kereta api segera terealisasi agar bisa menekan biaya logistik dan efisiensi angkutan komoditas.
“Pembangunan jaringan perkeretaapian menjadi salah satu solusi untuk menekan biaya logistik dan meningkatkan efisiensi angkutan komoditas,” ujar Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang di Tanjung Selor, Jumat.
Menurutnya, kereta api dapat menjadi bagian penting dalam sistem logistik terpadu Kaltara karena mampu menghubungkan kawasan produksi, terutama pertambangan dan perkebunan, dengan kawasan industri hingga pelabuhan.
Zainal menilai kebutuhan terhadap moda angkutan tersebut semakin penting karena biaya logistik dan efisiensi transportasi masih menjadi salah satu tantangan bagi dunia usaha di Kaltara.
Salah satu persoalan yang disoroti adalah tingginya biaya pengangkutan komoditas seperti batu bara dan kelapa sawit. Beban angkutan yang besar juga membuat jalan raya semakin padat dan memberikan tekanan terhadap infrastruktur publik.
“Kereta api bisa menjadi angkutan yang lebih ekonomis untuk membawa komoditas dalam jumlah besar. Biaya transportasi perusahaan juga bisa ditekan,” katanya.
Penggunaan kereta api, lanjut dia, tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap angkutan jalan raya.
Jika batu bara dan sawit bisa diangkut menggunakan kereta api, tentu kata Zainal, biaya angkut bisa lebih efisien dan beban jalan raya juga berkurang.
Karena itu dia memandang pembangunan jaringan kereta api harus ditempatkan sebagai bagian dari sistem konektivitas yang mendukung aktivitas ekonomi Kaltara.
“Jalur tersebut kita harapkan dapat menghubungkan kawasan produksi dengan pusat industri dan pelabuhan sehingga distribusi barang menjadi lebih lancar,” ujarnya.
Kehadiran infrastruktur tersebut menurutnya penting untuk mendukung perkembangan ekonomi Kaltara yang terus tumbuh. Apalagi dengan potensi sumber daya alam, kawasan industri, serta peluang hilirisasi yang dimiliki, daerah membutuhkan sistem transportasi yang mampu mengikuti peningkatan aktivitas produksi.
Oleh sebab itu, Gubernur Zainal berharap rencana pembangunan kereta api tidak berhenti pada pembahasan, tetapi dapat segera masuk pada tahapan yang lebih konkret.
Karena itulah, kata dia, ia hadir dan membuka rapat tindak lanjut Focus Group Discussion (FGD) bersama PT. Indonesia Transit Synergy (INTRA) terkait rencana pembangunan jaringan kereta api di Kaltara di Ruang Pertemuan Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (16/9).
“Kita harapkan pertemuan ini harus menghasilkan komitmen yang bisa ditindaklanjuti. Kita ingin pembangunan ini benar-benar memberikan manfaat bagi daerah dan dunia usaha,” tegasnya.
Zainal juga meminta dukungan perusahaan di Kaltara, khususnya sektor pertambangan dan perkebunan kelapa sawit, sebagai calon pengguna jasa kereta api.
Menurutnya, keterlibatan dunia usaha sejak tahap awal penting agar pembangunan jaringan kereta api benar-benar sesuai dengan kebutuhan angkutan komoditas di daerah.
“Harapan kita tahun depan sudah bisa groundbreaking. Untuk mewujudkannya, kita membutuhkan dukungan perusahaan dan sinergi semua pihak,” katanya.
Baca juga: Kaltara buka ruang kolaborasi dunia usaha realisasikan perkeretaapian
Baca juga: KUA-PPAS Perubahan APBD Kaltara 2026 disepakati Rp2,463 Triliun
Pewarta : Agus Salam
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.