Gubernur Jambi ajak warga gelar salat istisqa cegah karhutla meluas - ANTARA News Jambi
Muaro Jambi, Jambi (ANTARA) - Gubernur Jambi Al Haris mengajak warga menggelar shalat meminta hujan (istisqa) untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kawasan gambut di Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi agar tidak meluas.
Ajakan tersebut disampaikan karena kondisi cuaca yang semakin panas dan kering ditambah ketersediaan air di lapangan semakin terbatas.
"Saya mengimbau para ulama, kiai, imam masjid, mari kita lakukan salat istisqa. Meminta kepada Allah agar hujan turun dengan cepat di bumi Jambi ini," kata Al Haris di lokasi kebakaran, Minggu.
Gubernur berharap hujan segera turun sehingga kondisi lahan yang kering dapat kembali membaik dan membantu proses pemadaman kebakaran.
Dalam tinjauan di lokasi kebakaran, Gubernur Haris ikut berjibaku bersama tim gabungan untuk memadamkan api yang telah membakar lahan selama tiga hari.
"Perkiraan kami mungkin melebihi 50 hektare. Teman-teman dari BPBD, TNI-Polri, kemudian relawan peduli api sudah berusaha memadamkan api lebih dari tiga hari,"ungkapnya.
Menurutnya, karakter lahan gambut menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Akibatnya api dapat menjalar di bawah permukaan tanah sehingga sulit terdeteksi dan dipadamkan.
Ditambah akses menuju lokasi menjadi persoalan, termasuk ketersediaan air yang terbatas serta angin kencang membuat api berpotensi meluas.
Meski demikian, ia mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang terus melakukan pemadaman dari darat maupun udara.
Di tengah ancaman itu, Al Haris mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Serta meminta setiap desa memastikan wilayahnya aman dari api.
"Petakan daerah gambut yang di desa-desanya ada gambut, mohon betul tim relawan desa siaga duluan. Jangan sampai terjadi kebakaran hutan di desa masing-masing," katanya.
Kapolres Muaro Jambi AKBP Bayu Noormansyah memastikan pihaknya akan melakukan langkah-langkah sesuai ketentuan hukum untuk mengetahui penyebab kebakaran.
Nantinya, jika ditemukan unsur pidana, pihaknya akan ditindaklanjuti secara profesional dan berdasarkan alat bukti.
Selain itu, Kapolres mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla, mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
"Jika melihat adanya titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan karhutla, segera laporkan kepada petugas," imbau Bayu.
Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.