Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:45 WIB
California, VIVA –Gubernur California Gavin Newsom resmi menandatangani rancangan undang-undang yang menetapkan dua hari raya umat Muslim, yakni Idul Fitri dan Idul Adha, sebagai hari libur negara bagian. Dengan keputusan tersebut, California menjadi negara bagian kedua di Amerika Serikat setelah Washington yang secara resmi mengakui kedua hari raya tersebut di tingkat negara bagian.
Baca Juga
Melalui Assembly Bill 2017, Idul Fitri dan Idul Adha kini masuk dalam daftar hari libur negara bagian California. Aturan ini memungkinkan sekolah negeri dan perguruan tinggi untuk diliburkan serta memberikan kesempatan bagi pegawai pemerintah negara bagian untuk mengambil waktu libur guna memperingati kedua hari raya tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, sekolah dan perusahaan tidak diwajibkan tutup pada dua hari besar tersebut. Sementara itu, pengadilan tetap diwajibkan beroperasi seperti biasa, demikian seperti dikutip dari laman New York Times, Sabtu (3/10/2026).
Baca Juga
Sebelum menandatangani AB 2017, Newsom juga menerima sejumlah rancangan undang-undang lain yang memberikan perlindungan dan pengecualian bagi perayaan keagamaan lainnya, termasuk hari raya umat Yahudi seperti Rosh Hashanah dan Yom Kippur.
Salah satunya adalah AB 395 yang sampai di meja gubernur beberapa hari sebelum AB 2017. Rancangan tersebut akan memasukkan sejumlah hari raya Yahudi, termasuk Rosh Hashanah dan Yom Kippur, ke dalam hukum negara bagian. Aturan itu juga mewajibkan lembaga dan fasilitas pemerintah, termasuk sekolah, untuk melakukan segala upaya yang wajar agar tidak menjadwalkan kegiatan penting pada hari-hari tersebut.
Baca Juga
Rancangan lainnya, AB 1763, juga akan memberikan jaminan kepada siswa sekolah dari tingkat taman kanak-kanak hingga kelas 12 untuk memperoleh izin tidak masuk sekolah karena merayakan hari raya keagamaan.
Meskipun kedua rancangan tersebut diajukan dan diserahkan kepada gubernur sebelum AB 2017, Newsom baru menandatanganinya menjadi undang-undang pada Rabu, sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir tengah malam.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kelompok penentang dari Partai Republik mengkritik Newsom karena dinilai lebih memprioritaskan rancangan undang-undang yang mengakui hari raya umat Muslim dibandingkan aturan yang memberikan perlakuan setara terhadap hari raya umat Yahudi.
Ketua bidang keterlibatan komunitas Yahudi di Partai Republik California, Elizabeth Barcohana mengatakan kepada Cleveland Jewish News (JNS) pada Kamis bahwa keputusan Newsom menandatangani aturan tentang Idulfitri dan Iduladha lebih dahulu daripada aturan yang memberikan perlindungan terhadap perayaan agama lainnya menunjukkan arah kebijakan yang sedang ditempuhnya, terutama ketika ia disebut tengah mempertimbangkan pencalonan sebagai presiden pada 2028.
Halaman Selanjutnya
Barcohana juga memperingatkan bahwa aturan tersebut dapat memberikan hak istimewa tambahan bagi hari raya umat Muslim yang tidak diberikan kepada agama lain, termasuk kemungkinan penutupan sekolah.