Godrej Consumer Products Indonesia meresmikan pabrik barunya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah, Selasa 6 Oktober 2026. Pabrik baru dari perusahaan yang menaungi merek pewangi Stella, obat nyamuk HIT, dan tisu basah Mitu ini dibangun dengan nilai investasi mencapai Rp500 miliar setelah melewati masa pembangunan satu tahun.
Peresmian pabrik baru seluas 2,5 hektare—dan berpotensi berkembang menjadi 5,5 hektare—ini dihadiri oleh Aasif Malbari, Managing Director sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Godrej Consumer Products Global. Ia menyebut pembangunan pabrik baru ini bakal melayani pasar Indonesia dan global.
“Kami percaya ini sejalan dengan kepentingan pembangunan ekonomi kawasan dan negara ini, serta akan memberikan kontribusi signifikan bagi wilayah ini,” kata Aasif Malbari 6 Oktober 2026. Posisi Kendal yang dekat dengan pelabuhan pun mendukung kegiatan ekspor. Godrej sendiri memasarkan produknya di sekitar 70 negara.
Business Head Godrej Consumer Product Indonesia, Rajes Sethurman, menyebut bahwa pabrik keduanya ini bakal fokus memproduksi pembasmi serangga rumah tangga.
Ini memperkuat posisi Godrej di kategori insektisida rumah tangga. Di Indonesia, Godrej merupakan pemain nomor satu di kategori tersebut melalui merek HIT. Perusahaan menyebut tambahan fasilitas di Kendal akan meningkatkan kapasitas manufaktur kategori home dan personal care sekitar 15%.
Rajesh juga menyebut bahwa pabrik Godrej Consumer Product Indonesia di Kendal mempekerjakan perempuan dengan rasio 50% dan pekerja dengan disabilitas dengan rasio 1% dari total pekerja. Di pabrik ini, perusahaan juga menyiapkan fasilitas daycare yang terintegrasi dengan lingkungan kerja.
“Jadi, kita akan mulai dengan sekitar 100-120 pekerja,” ujar Rajesh kepada wartawan. Jumlah itu diproyeksi meningkat secara bertahap hingga sekitar 300-500 pekerja seiring dengan meningkatnya skala produksi.
Mendorong Kontribusi KEK Kendal
Menurut Badan Pusat Statistik, KEK Kendal selama dua tahun berturut-turut menjadi kontributor terbesar untuk investasi di Jawa Tengah. Realisasinya naik 11,6% dari 2024 ke 2025. Pertumbuhan ekonomi Kendal juga memang tertopang sektor manufaktur yang pada tahun lalu berkontribusi sebesar 42%.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyambut pembangunan pabrik baru Godrej karena potensinya yang semakin memperkuat perekonomian Kendal yang tahun lalu saja sudah tumbuh 8%.
“Kami tentunya memberikan dukungan terus kepada dunia usaha dengan menciptakan iklim investasi yang kondusif, aman, dan responsif, dan kami juga memastikan kemudahan untuk berbisnis melalui pelayanan birokrasi yang cepat dan transparan,” kata Dyah.
Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Imam Soejodi, menyebut pembangunan pabrik ini di KEK Kendal diharapkan bisa mendorong pemerintah daerah Jawa Tengah dan Kendal menyiapkan tenaga kerja terampil. Ini bertujuan untuk meningkatkan pekerja formal di Indonesia dan berdampak langsung ke perekonomian.
“Jangan sampai investasi masuk ke Jawa Tengah dan Kendal, tetapi tenaga kerjanya datang dari Jakarta, tenaga kerjanya datang dari Jawa Barat. Kenapa bisa begitu? Karena kita tidak menyediakan SDM yang sesuai dengan kebutuhan industri,” kata Imam.