PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) di Danantara Housing Expo 2026, Jakarta (BNI/dok)

Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) kembali menggenjot bisnis kredit pemilikan rumah (KPR) melalui program khusus BNI Griya dalam Danantara Housing Expo 2026. 

Di tengah pertumbuhan kredit yang agresif hingga Juli 2026, BNI menawarkan bunga spesial mulai 2,75% dan uang muka (DP) mulai 1% untuk menarik minat masyarakat memiliki rumah.

Program tersebut berlangsung pada 27–30 Agustus 2026 dan berlaku untuk pembelian properti baru dari pengembang peserta pameran yang telah bekerja sama dengan BNI. 

Baca Juga: BNI Luncurkan Kartu Kredit daily+, Tawarkan Cashback hingga 5% untuk Transaksi Harian

Selain bunga spesial dan DP rendah, BNI membebaskan biaya provisi serta administrasi, dengan pilihan tenor kredit hingga 30 tahun.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan memperluas akses pembiayaan perumahan sekaligus mendukung Program Tiga Juta Rumah.

“BNI ingin memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat untuk mendapatkan hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, Jumat (28/8/2026).

Dengan skema tersebut, cicilan KPR BNI Griya ditawarkan mulai Rp 1 jutaan, tergantung nilai pembiayaan serta syarat dan ketentuan yang berlaku. Pengajuan KPR dalam program ini harus direalisasikan paling lambat 30 September 2026.

BNI melihat kolaborasi dengan pengembang dan pemangku kepentingan dalam ekosistem Danantara Indonesia dapat memperluas pilihan properti sekaligus akses pembiayaan bagi masyarakat.

Baca Juga: BNI Tawarkan KPR Bunga 2,75%, DP Mulai 1% di Danantara Housing Expo 2026

Langkah ini juga diharapkan ikut menopang pertumbuhan sektor properti nasional.

Kredit BNI Tumbuh 27%

Ekspansi KPR tersebut datang ketika penyaluran kredit BNI secara keseluruhan mencatat pertumbuhan cukup tinggi. Hingga Juli 2026, kredit yang disalurkan secara bank only mencapai Rp 969,94 triliun, tumbuh 27,01% secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Pertumbuhan kredit tersebut turut mendorong total aset BNI naik 23,2% yoy menjadi Rp 1.438,08 triliun. Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh lebih tinggi, yakni 28,87% yoy menjadi Rp 1.134,88 triliun.

Namun, pertumbuhan DPK masih banyak ditopang dana mahal. Deposito melonjak 49,53% yoy menjadi Rp 381,23 triliun. Sementara itu, giro tumbuh 29,14% menjadi Rp 462,86 triliun dan tabungan naik 8,79% menjadi Rp 290,79 triliun.

Dengan demikian, dana murah atau current account saving account (CASA) BNI meningkat 20,45% yoy menjadi Rp 753,65 triliun.

Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga atau loan to deposit ratio (LDR) pun berada di level 85,47%, lebih longgar dibandingkan 86,71% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: BNI Pastikan Eksposur Pembiayaan ke BUMN Karya Tetap Dikelola Secara Prudent

Dari sisi profitabilitas, BNI membukukan laba bersih secara bank only sebesar Rp 12,52 triliun hingga Juli 2026. Angka tersebut tumbuh 5,53% yoy, meski melambat dibandingkan pertumbuhan 6,6% yoy pada Juni 2026.

Laba tersebut ditopang pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) yang tumbuh 14,09% yoy menjadi Rp 25,32 triliun.

Pendapatan bunga tercatat naik 15,91% menjadi Rp 44,49 triliun, sementara beban bunga meningkat lebih tinggi, yakni 18,4% menjadi Rp 19,17 triliun.

Di sisi lain, beban impairment meningkat 33,27% yoy menjadi Rp 5,43 triliun. Pendapatan komisi, provisi, fee dan administrasi masih tumbuh 11,91% menjadi Rp 6,45 triliun. Alhasil, laba operasional BNI tumbuh 8,01% yoy menjadi Rp 15,47 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag