asiawebawards.com
  • 2026-08-16 13:27:00 +0000 UTC

    Aug 16, 2026

    Gelombang Tinggi Hambat Bantuan Gempa NTT, Kemensos Pilih Belanja Langsung di Lokasi

    Warta Ekonomi, Jakarta -

    Gelombang laut tinggi menjadi salah satu kendala dalam distribusi bantuan untuk warga terdampak gempa Magnitudo 7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kementerian Sosial (Kemensos) pun mengambil langkah alternatif dengan memenuhi kebutuhan masyarakat melalui belanja langsung di wilayah terdampak agar bantuan tidak harus menunggu kapal kembali bergerak.

    Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan pengiriman logistik dari sejumlah gudang Kemensos dan Dinas Sosial NTT masih menghadapi kendala akibat kondisi laut. Karena kebutuhan warga harus tetap dipenuhi selama masa tanggap darurat, Kemensos memilih melakukan pengadaan langsung di lokasi ketika jalur pengiriman terkendala.

    "Untuk proses pengiriman memang ada kendala karena gelombang masih besar dan kapal belum bisa bergerak. Karena ada kendala pengangkutan, kami juga mengambil langkah melakukan pemenuhan kebutuhan melalui belanja di lokasi agar bantuan tetap bisa segera tersedia bagi masyarakat," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Minggu (16/8/2026).

    Kemensos saat ini menggunakan dua titik utama di NTT untuk memobilisasi bantuan, yakni Sentra Efata Kupang dan Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT. Bantuan dari kedua lokasi tersebut kemudian digerakkan menuju sejumlah daerah yang terdampak gempa sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

    Dari Sentra Efata Kupang, bantuan antara lain diarahkan ke Kabupaten Nagekeo. Sementara logistik dari Gudang Dinsos Provinsi NTT didistribusikan ke Maumere, Sikka, Ende, Manggarai Timur, serta sejumlah wilayah lain.

    Langkah tersebut dilakukan di tengah kondisi bencana yang masih membutuhkan penanganan cepat. Berdasarkan laporan sementara hingga Minggu (16/8) pukul 07.50 WITA, sebanyak 3.839 warga terdampak masih berada dalam penanganan kondisi pengungsian.

    Dari jumlah tersebut, 47 orang dilaporkan meninggal dunia dan 110 orang mengalami luka-luka. Pendataan terhadap korban dan dampak gempa masih terus dilakukan bersama pemerintah daerah serta unsur terkait.

    Korban meninggal sementara tercatat tersebar di beberapa wilayah, yakni 24 jiwa di Kabupaten Manggarai, 17 jiwa di Manggarai Timur, tiga jiwa di Sikka, serta masing-masing satu jiwa di Manggarai Barat, Ngada, dan Ende.

    Kerusakan juga ditemukan di berbagai sektor. Data sementara mencatat 159 rumah rusak berat, 47 rumah rusak sedang, dan 167 rumah rusak ringan, sementara fasilitas pendidikan yang terdampak mencapai 36 unit dan fasilitas kesehatan 211 unit.

    Selain itu, terdapat 11 fasilitas umum, lima rumah ibadah, dan enam gedung perkantoran yang mengalami kerusakan. Tim gabungan masih melakukan asesmen untuk memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan di masing-masing wilayah.

    Untuk mendukung kebutuhan warga, Kemensos sejauh ini telah mengirim bantuan logistik dengan nilai sekitar Rp4,52 miliar. Bantuan tersebut berasal dari beberapa jalur distribusi, termasuk Gudang Pusat Kemensos di Bekasi, Sentra Efata Kupang, dan Gudang Dinsos Provinsi NTT.

    Bantuan dari Sentra Efata Kupang menuju Nagekeo tercatat senilai Rp1,015 miliar. Sementara pengiriman dari Gudang Dinsos Provinsi NTT menuju sejumlah wilayah terdampak mencapai Rp541,6 juta.

    Kemensos juga mengirim bantuan dari Gudang Pusat Kemensos Bekasi menuju Dinsos Provinsi NTT senilai Rp1,482 miliar serta bantuan senilai Rp1,478 miliar menuju Sentra Efata Kupang.

    Logistik tersebut mencakup makanan siap saji, tenda keluarga, tenda serbaguna, kasur, selimut, makanan anak, pakaian anak dan dewasa, perlengkapan keluarga, perlengkapan dapur, shower kit, hingga dukungan untuk dapur umum lapangan.

    Kemensos juga menyiapkan 500 paket bantuan untuk Kabupaten Nagekeo dan 500 paket lainnya untuk Kabupaten Manggarai melalui pemenuhan kebutuhan langsung di wilayah terdampak. Selain itu, sebanyak 48 ton beras reguler disiapkan untuk disalurkan ke sejumlah kabupaten yang membutuhkan.

    Dalam penanganan darurat, Kemensos turut mengerahkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan tim Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB). Mereka bertugas membantu asesmen, pendataan, verifikasi korban, evakuasi, pendirian tenda darurat, serta pengoperasian dapur umum.

    Di sisi lain, Kemensos juga menyiapkan santunan bagi keluarga korban meninggal dunia. Agus mengatakan ahli waris akan menerima tali asih sebesar Rp15 juta untuk setiap korban setelah proses pendataan dan verifikasi selesai.

    Baca Juga: Tanggap Bencana Gempa NTT, Pertamina Patra Niaga Kirim Logistik hingga Genset untuk Korban

    "Untuk santunan korban jiwa, Kemensos akan memberikan tali asih kepada ahli waris sebesar Rp15 juta untuk setiap korban meninggal dunia. Kami meminta pemerintah daerah dan Dinas Sosial segera mendata dan melaporkannya kepada Kemensos supaya santunan bisa segera ditindaklanjuti dan diberikan kepada keluarga korban," kata Agus.

    Penanganan bencana juga dilakukan bersama pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, TNI, dan Polri. Pemkab Manggarai menetapkan status tanggap darurat selama 90 hari sejak 15 Agustus hingga 13 November 2026, sedangkan Pemkab Sikka menetapkan status serupa selama 14 hari hingga 28 Agustus 2026.

    Agus memastikan Kemensos akan terus menyesuaikan pola distribusi dengan kondisi di lapangan. Menurutnya, hambatan transportasi tidak boleh membuat kebutuhan dasar warga terdampak tertunda.

    "Prinsipnya, kalau ada yang menjadi kebutuhan di lokasi bencana, Kemensos siap memberikan dukungan. Kami sudah mempersiapkan logistik yang ada di gudang-gudang yang kami miliki," pungkasnya.

    Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

    2026-08-16 13:27:00 +0000 UTC