Gebyar Melayu Pesisir mengangkat budaya Melayu jadi sumber ekonomi baru

Rabu, 16 September 2026 16:01 WIB

Image Print

Kepala BI Kepri Rony Widijarto. (ANTARA/Jessica)

Batam (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau mengangkat warisan budaya Melayu menjadi sumber nilai tambah ekonomi melalui pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), ekonomi kreatif, fesyen, kuliner dalam Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2026.

Kepala BI Kepri Rony Widijarto mengatakan GMP 2026 yang digelar pada 14-20 September di Batam, menjadi bagian dari upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi Kepri agar semakin inklusif dan berkelanjutan.

"Yang kami tekankan di Kepri 2026 ini adalah bagaimana budaya Melayu tidak hanya kita lestarikan secara pasif, tetapi juga bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru," kata Rony dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Rabu.

Menurut dia, pelestarian budaya Melayu dapat dilakukan dengan mengembangkan produk yang mengangkat identitas daerah, seperti pakaian adat, tudung manto, motif Melayu, dan wastra, sehingga tidak hanya digunakan dalam kegiatan seremonial.

Ia mengatakan pengembangan corak dan motif Melayu juga perlu terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk UMKM.

"Tahun ini kami juga akan memiliki penampilan dari artis nasional Padi Reborn karena kita berpikir UMKM itu butuh dukungan industri kreatifnya agar UMKM-nya juga ikut tumbuh. Jadi ada yang baru di GMP tahun ini," ujarnya.

Rony menilai Batam memiliki keunggulan dari sisi pasar karena tingginya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Kondisi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menjadikan pusat-pusat budaya Melayu sebagai etalase sekaligus ruang pemasaran produk daerah.

Selain penguatan produk, BI Kepri juga mendorong digitalisasi UMKM serta memperluas akses pembiayaan.

“Kami terus mendorong penggunaan QRIS, terutama untuk wisatawan agar terbiasa menggunakan pembiayaan digital. Ada program Wakafein, jadi memberi wakaf dengan pembayaran digital dan mendapatkan secangkir kopi, jadi ada strategi baru seperti itu,” kata dia.

Ia mengatakan kegiatan pameran yang digelar setiap tahun turut mendorong transaksi UMKM.

Realisasi penjualan dalam pameran tercatat sekitar Rp12 miliar pada 2024 dan meningkat menjadi Rp13 miliar pada 2025, melampaui target sebesar Rp10 miliar.

"Semoga tahun 2026 ini bisa mencapai target Rp10,5 miliar," katanya.

GMP 2026 juga menghadirkan expo, fashion show, talkshow, business matching, workshop, kompetisi, charity run, festival kuliner nusantara, serta penampilan Padi Reborn pada 19 September.

Rangkaian kegiatan tersebut melibatkan pemerintah daerah, perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pelaku UMKM, industri kreatif, dan masyarakat untuk memperluas akses pasar sekaligus memperkuat warisan Melayu sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi Kepri.

Pewarta : Amandine Nadja
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.