REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro P Martanto, mengungkapkan, hingga Senin (5/10/2026), upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang masih berlangsung. BPBD mencatat setidaknya 22 orang telah mengalami masalah pernapasan akibat kebakaran yang sudah berlangsung sejak Rabu (30/9/2026). 

“Api belum padam dan penanganan masih berlangsung,” kata Endro lewat pesan tertulis ketika dikonfirmasi. 

Dia mengakui terdapat beberapa kendala yang dihadapi personel di lapangan dalam upaya pemadaman, antara lain lokasi titik api yang sulit dijangkau, sempitnya akses jalan, dan cepatnya titik api menyebar. “Penanganan terus dilakukan pada area terbakar dengan fokus pemadaman, pendinginan, dan pengendalian api agar tidak meluas,” ucapnya.

Menurut Endro, titik api sudah cenderung berkurang di sejumlah titik. Luas area TPA yang terbakar pada Rabu pekan lalu mencapai 10 hektare, tersebar di Zona 1, 2, dan 3. Namun berdasarkan keterangan Pemkot Semarang pada Ahad (4/10/2026), luas lahan terbakar telah berkurang menjadi sekitar 2,5 hektare.

Endro mengungkapkan, saat ini dukungan operasi pemadaman masih dikerahkan di Zona 1 dan 3. Di Zona 1, tiga unit truk damkar dikerahkan untuk melakukan penyemprotan dari atas. Sementara di sisi kiri Zona 3, dua unit damkar melakukan injeksi dan pengerukan atau pendinginan dengan dukungan alat berat. Sedangkan di sisi kanan Zona 3, tiga unit damkar melakukan penyemprotan serta penanganan dengan dukungan alat berat.

BPBD Kota Semarang juga mencatat jumlah korban yang kesehatannya terdampak akibat kebakaran TPA Jatibarang. “Sebanyak 22 orang tercatat mengalami masalah pernapasan berupa batuk dan atau sesak napas,” ucap Endro.

Para korban tersebar di tiga daerah, yakni Kedungpane, Tambakaji, dan Bambankerep. Sejauh ini belum ada korban jiwa yang dilaporkan akibat kebakaran TPA Jatibarang.

“Pemantauan kualitas udara dan kondisi kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia, balita, ibu hamil, dan penyandang disabilitas, masih diperlukan selama penanganan berlangsung,” kata Endro.

Dia mengungkapkan, saat ini unsur terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran di TPA Jatibarang tidak hanya terdiri dari personel damkar, tapi juga BPBD Kota Semarang dan Jawa Tengah. Personel TNI-Polri serta Satpol PP juga dikerahkan ke lapangan. 

Endro mengungkapkan, saat ini pihaknya belum menyimpulkan penyebab kebakaran di TPA Jatibarang. “Untuk sebab masih belum diketahui,” ujarnya.