Jakarta -

Kehamilan menjadi salah satu momen yang dinantikan banyak pasangan. Namun, perjalanan untuk memiliki buah hati tidak selalu mudah. Infertilitas menjadi salah satu kondisi yang dapat membuat pasangan membutuhkan bantuan medis untuk mendapatkan kehamilan.

Melansir situs resmi Alpha IVF Centre, infertilitas bukan hanya masalah wanita. Faktanya, sekitar 40-50% kasus kesulitan hamil melibatkan faktor pria, baik sebagai penyebab tunggal maupun kombinasi.

Program in vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung dapat menjadi salah satu pilihan bagi pasangan yang mengalami infertilitas. Salah satu tahapan penting dalam IVF adalah embryo transfer, yang dapat dilakukan dengan metode fresh maupun frozen embryo transfer.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fresh Embryo Transfer

Fresh embryo transfer adalah prosedur di mana embrio yang baru terbentuk di laboratorium langsung ditransfer ke rahim dalam siklus IVF yang sama, biasanya 3-5 hari setelah pengambilan sel telur (OPU).

Keunggulan fresh embryo transfer

- Proses lebih singkat - tidak perlu menunggu siklus tambahan

- Biaya lebih rendah (tidak ada biaya vitrifikasi dan penyimpanan)

- Cocok untuk pasien dengan respons ovarium normal

Keterbatasan fresh embryo transfer

- Endometrium mungkin belum optimal akibat efek hormonal stimulasi

- Risiko OHSS (Ovarian Hyperstimulation Syndrome) lebih tinggi

- Tidak memungkinkan PGT-A (hasil tes memerlukan waktu)

Frozen Embryo Transfer (FET)

Frozen embryo transfer merupakan prosedur di mana embrio dibekukan melalui teknik vitrifikasi (pembekuan ultra-cepat) dan disimpan terlebih dahulu. Nantinya, embryo akan dicairkan (thawing) untuk ditransfer di siklus menstruasi berikutnya atau beberapa bulan kemudian.

Keunggulan Frozen Transfer (FET)

- Endometrium lebih siap - tidak terpengaruh hormon stimulasi

- Mengurangi risiko OHSS secara signifikan

- Memungkinkan PGT-A untuk seleksi genetik embrio

- Fleksibilitas waktu transfer

- Beberapa studi menunjukkan live birth rate lebih tinggi pada FET

Keterbatasan Frozen Transfer (FET)

- Memerlukan siklus tambahan (waktu lebih lama)

-Ada biaya tambahan vitrifikasi + penyimpanan embrio

- Risiko kecil embrio tidak survive proses thawing (~2-5%)

Fresh maupun frozen embryo transfer memiliki kelebihan masing-masing. Karena itu, pilihan metode sebaiknya disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien, bukan sekedar mengikuti tren atau rekomendasi yang berlaku secara umum.

Di Alpha IVF Centre, keputusan mengenai metode transfer embrio dilakukan berdasarkan evaluasi individual. Dokter akan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti respons ovarium, kondisi endometrium, riwayat medis, serta tujuan dari program IVF sebelum menentukan strategi yang sesuai.

(ega/ega)