asiawebawards.com
  • 2026-07-26 09:07:05 +0000 UTC

    Jul 26, 2026

    Foto: Koleksi Toton 2027, Tafsir Ulang Kebaya dalam Struktur Tegas

    Daniel Ngantung - wolipop

    Minggu, 26 Jul 2026 16:07 WIB

    Anda menyukai artikel ini

    Artikel disimpan

    Jakarta - Desainer Toton Januar kembali menghadirkan koleksi terbarunya. Terinspirasi waktu sebagai kekuatan, ia mengeksplorasi siluet busana nasional.

    Inspirasi utama ‘Kala’ berasal dari sosok Batara Kala dalam mitologi Jawa dan Bali. Alih-alih hanya dimaknai sebagai simbol kehancuran, Toton memandang Batara Kala sebagai pengingat bahwa setiap akhir selalu membuka kemungkinan baru. (Foto: Dok. Toton)

    Gagasan tersebut lahir dari kegelisahan terhadap kondisi dunia yang dipenuhi ketidakpastian, mulai dari krisis politik, sosial, ekonomi, hingga lingkungan.
    Konsep itu diterjemahkan melalui dialog dua pendekatan desain yang kontras. (Foto: Dok. Toton)

    Di satu sisi, ‘Toton’ mengeksplorasi kekayaan busana tradisional Indonesia seperti kebaya, Baju Bodo, busana tradisional Bali, hingga praktik berkain yang telah berkembang selama berabad-abad. Di sisi lain, koleksi ini menghadirkan sentuhan safari suit dan busana militer yang identik dengan struktur tegas, fungsi, serta kesiapsiagaan. (Foto: Dok. Toton)

    Perpaduan keduanya menghasilkan siluet yang memainkan keseimbangan antara kelembutan dan ketegasan, transparansi dan proteksi, serta tradisi dan modernitas. (Foto: Dok. Toton)

    Melalui total 48 tampilan, Toton menawarkan interpretasi baru tentang bagaimana budaya dapat terus berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan identitasnya. (Foto: Dok. Toton)

    Palet warna koleksi ‘Kala’ didominasi nuansa netral dan membumi, mulai dari krem, putih gading, merah muda lembut, abu-abu, hitam, emas, hingga ragam warna tanah. (Foto: Dok. Toton)

    Sebagai aksen, hadir warna biru yang terinspirasi dari bunga telang. Warna tersebut dipilih sebagai simbol ketahanan, regenerasi, sekaligus femininitas yang kuat. (Foto: Dok. Toton)

    Dari sisi material, Toton menggunakan kombinasi katun, organza, lace, tulle, satin, dan denim yang diperkaya dengan berbagai teknik manipulasi tekstil serta pengerjaan tangan yang telah menjadi ciri khas rumah mode tersebut. (Foto: Dok. Toton)

    Komitmen terhadap praktik fesyen yang lebih bertanggung jawab juga berlanjut melalui eksplorasi material daur ulang dan daur naik, serta penggunaan material Lyocell dan Rayon hasil kolaborasi dengan Asia Pacific Rayon (APR) sebagai Featured Fabric Partner. (Foto: Dok. Toton)

    Lewat ‘Kala’, Toton ingin menegaskan bahwa identitas bukan sesuatu yang statis, melainkan terus tumbuh seiring perjalanan waktu. Koleksi ini mengajak publik untuk tetap terbuka terhadap perubahan, mampu beradaptasi di tengah ketidakpastian, tanpa melepaskan akar budaya yang menjadi fondasinya. (Foto: Dok. Toton)

    (Daniel Ngantung)

    Tags

    Lihat lainnya

    Anda menyukai artikel ini

    Artikel disimpan

    WOli Best Buy

    2026-07-26 09:07:05 +0000 UTC