Jadi intinya...

  • Film Jangan Menyerah, Ibu adaptasi novel I Am Sarahza, kini dengan judul baru.
  • Dokter Lula Kamal soroti dukungan keluarga penting bagi pejuang keturunan.
  • SinemArt produksi film ini, disutradarai Rako Prijanto, tayang akhir 2026.

Liputan6.com, Jakarta - Film Jangan Menyerah, Ibu menghadirkan suasana haru di panggung IIBF 2026. Adaptasi dari novel Hanum Rais berjudul I Am Sarahza ini kini tampil dengan nama baru melalui Terra Pustaka, membawa pesan yang tetap relevan untuk banyak keluarga.

Suasana diskusi menghangat ketika dokter Lula Kamal hadir sebagai mantan pejuang dua garis. Ia menekankan pentingnya dukungan orang terdekat sebagai penyangga harapan di tengah proses memperoleh keturunan yang kerap menguji fisik dan emosi.

Tetap Memelihara Harapan

Dokter Lula Kamal menggarisbawahi bahwa dukungan keluarga adalah energi penting untuk menjaga semangat para pasangan yang tengah berjuang.

"Yang digarisbawahi dalam buku dan film Jangan Menyerah, Ibu adalah bagaimana kita selalu mampu memelihara harapan, menghangatkannya, meskipun terkadang harapan dihadapkan kegagalan berulang. Di situlah keluarga berperan," tuturnya.

Pernyataan Lula bergema dengan tema utama karya ini yang merangkum dinamika perjalanan panjang, naik turun emosi, dan upaya menjaga harapan tetap menyala. Panggung IIBF 2026 menjadi ruang berbagi pengalaman dan pesan hangat yang disampaikan langsung kepada para pengunjung.

Dari Novel Hanum Rais ke Layar Lebar

Sebelumnya dikenal luas sebagai I Am Sarahza, karya ini kini hadir dengan judul baru, Jangan Menyerah, Ibu. Perubahan tersebut diperkenalkan melalui Terra Pustaka, sejalan dengan langkah memperluas jangkauan pembaca dan penonton.

"Pergantian judul ini menjadi penanda babak baru perjalanan karya tersebut sekaligus membawa pesannya kepada audiens yang lebih luas," tutur Ayi Fahrudin, produser film dari SinemArt.

Selain mengusung judul baru, karya ini bergerak ke medium layar lebar. Adaptasi film membuka kesempatan bagi pesan tentang ketabahan dan peran keluarga untuk menjangkau lebih banyak orang dengan pendekatan visual dan dramatik.

Perubahan nama sekaligus menandai konsistensi pesan yang dibawa sejak novel I Am Sarahza dirilis. Dengan dukungan penerbit Terra Pustaka, gagasan inti karya tetap dipertahankan sembari dipresentasikan dalam kemasan baru yang lebih mudah dikenali.

Tim Produksi dan Jadwal Rilis

Film Jangan Menyerah, Ibu diproduksi oleh SinemArt. Proyek ini digarap oleh sutradara Rako Prijanto, dengan Citra Kirana dan Roy Sungkono sebagai pemeran utama.

Keberadaan dua aktor utama tersebut memberi wajah pada kisah yang sebelumnya dikenal pembaca novel. SinemArt menyiapkan produksi dengan memperhatikan esensi cerita, sementara arahan Rako Prijanto diharapkan menjaga kontinuitas nuansa dari halaman buku ke adegan film.

Rencana penayangan dipatok pada akhir tahun 2026. Jadwal ini memberi waktu bagi proses produksi untuk merampungkan tahapan kreatif hingga siap bertemu penonton.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Unik, Ayu Ting Ting Rayakan Ultah Umi Kalsum di Lapangan Padel