FiberStar dorong transformasi digital pendidikan via GO! NEXT 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 17:46 WIB

Image Print

Tim FiberStar showing Starlink V4 kepada tamu undangan mengenai proses instalasi, koneksi, dan fungsionalnya. (ANTARA/Ist)

Yogyakarta (ANTARA) - Penyedia layanan infrastruktur jaringan FiberStar menggelar forum diskusi "GO! NEXT 2026" di Yogyakarta guna mendorong percepatan transformasi digital dan inklusivitas teknologi di sektor pendidikan.

Kegiatan yang diikuti 12 institusi pendidikan dan lembaga teknologi di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya mulai dari sekolah negeri dan swasta jenjang SMP, SMA, hingga SMK, serta instansi teknologi dan komunikasi pendidikan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan solusi internet Starlink dan Star Edu.

Layanan tersebut dihadirkan sebagai alternatif konektivitas bagi sekolah yang berada di luar jangkauan jaringan fiber optik maupun yang membutuhkan konektivitas cadangan (backup link) untuk menjaga keberlangsungan aktivitas digital mereka.

Branch Manager FiberStar Jawa Tengah Hendi Arlinto menyampaikan digitalisasi pendidikan membutuhkan dukungan akses teknologi yang inklusif serta sesuai dengan kondisi operasional tiap sekolah, karena tidak semua institusi pendidikan berada di lokasi yang telah terjangkau oleh jaringan fiber optik, terutama yang berada di wilayah pinggiran kota maupun kabupaten.

"Transformasi digital dalam dunia pendidikan membutuhkan dukungan konektivitas yang sesuai dengan kebutuhan setiap institusi. Melalui GO! NEXT 2026, kami ingin memperkenalkan Starlink dan Star Edu sebagai alternatif solusi, khususnya bagi sekolah atau lembaga yang belum terjangkau jaringan fiber optik maupun yang membutuhkan konektivitas cadangan. Harapannya, semakin banyak institusi pendidikan yang memiliki pilihan solusi untuk mendukung aktivitas dan perkembangan digital mereka," ujar Hendi Arlinto.

Selain memperkenalkan teknologi jaringan terbaru, FiberStar juga menyediakan penawaran harga khusus bagi segmen pendidikan dan lembaga nirlaba guna mengatasi keterbatasan anggaran infrastruktur, sekaligus sebagai bagian dari komitmen untuk memperluas akses terhadap solusi teknologi yang relevan bagi berbagai institusi, terutama yang memiliki keterbatasan anggaran infrastruktur.

"Kami berharap forum ini bisa menjadi titik awal kolaborasi yang lebih luas, baik dengan dinas pendidikan, sekolah, maupun komunitas di Yogyakarta dan sekitarnya, agar solusi konektivitas ini dapat diimplementasikan sesuai kebutuhan nyata di lapangan," tambah Hendi Arlinto.

Pewarta : N008
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026