Festival Kemudahan Usaha Mikro di Jember dorong UMKM naik kelas - ANTARA News Jawa Timur
Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menyebutkan Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro yang digelar di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendorong UMKM naik kelas dan semakin berdaya dengan kemudahan pembiayaan hingga akses pasar yang diberikan pemerintah.
"Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro digelar di 10 provinsi, salah satunya di Jawa Timur yang ditempatkan di Kabupaten Jember, sehingga harus dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh UMKM," kata Plh Deputi Bidang Usaha Mikro yang juga Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Damanik dalam festival tersebut di Kabupaten Jember, Selasa.
Menurut dia, salah satu program utama dari pemerintah yakni memberikan kemudahan kepada UMKM untuk mendapatkan akses pembiayaan dan akses pasar karena keduanya saling berkaitan satu dengan yang lain.
"Memberikan akses pembiayaan tanpa memberikan akses pasar justru akan memberikan masalah bagi UMKM di kemudian hari, sedangkan mendapat pembiayaan tapi tidak punya pasar, berarti juga tidak bisa jualan dan tidak bisa membayar pinjaman kredit," tuturnya.
Begitu juga sebaliknya, punya akses pasar yang luas tetapi tidak punya akses pembiayaan yang mudah juga akan menyulitkan pelaku UMKM karena banyak permintaan dari pasar, namun tidak bisa memenuhi karena modal terbatas.
"Untuk itu pemerintah mengambil inisiatif satu skema yang terpadu dan tidak lagi melakukan pemberdayaan UMKM yang sektoral, tetapi melakukan pemberdayaan UMKM dengan ekosistem yang baik," katanya.
Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat usaha mikro melalui penyediaan akses perizinan, pembiayaan, pendampingan usaha, hingga pelindungan hukum dan sosial bagi pelaku usaha mikro.
Selain memperluas akses pembiayaan, pemerintah juga terus memperkuat layanan bagi pelaku UMKM melalui transformasi digital agar berbagai layanan usaha dapat diakses secara lebih mudah, cepat, dan terintegrasi. Salah satunya melalui platform digital terpadu bernama Sistem Aplikasi Pelayanan UMKM (SAPA UMKM).
Sementara Bupati Jember Muhammad Fawait mengapresiasi langkah Kementerian UMKM yang dinilai memberikan sinyal kuat atas perhatian pemerintah pusat terhadap para pelaku usaha di daerah.
"Kepercayaan menjadikan Jember sebagai lokasi kegiatan merupakan bentuk nyata keberpihakan negara terhadap perkembangan usaha mikro," katanya.
Pemkab Jember sendiri bertekad untuk terus mengawal kebijakan penguatan UMKM secara konkret, salah satu langkah rutin yang dilakukan adalah giat turun ke lapangan secara berkala untuk merangkul dan mendengarkan aspirasi para pelaku usaha informal.
Ia mengatakan pemberdayaan UMKM merupakan kunci utama dalam strategi pengentasan kemiskinan jangka menengah dan panjang. Pemberdayaan itu menyasar dua segmen utama: mempertahankan UMKM yang sudah ada serta melahirkan wirausaha baru dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (kategori desil 1 dan desil 2).
"Kemiskinan hanya bisa kita tuntaskan secara konkret apabila kita memberikan dorongan nyata kepada UMKM yang sudah berjalan, sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat usia produktif di kelompok rentan," ujarnya.
Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.