Senin, 12 Oktober 2026 - 00:11 WIB
Riyadh, VIVA – Serangan yang menghantam bandara internasional King Khalid di Riyadh Arab Saudi pada Sabtu waktu setempat mendapat sorotan dunia. Sejumlah negara di dunia juga melayangkan kecaman atas serangan di bandara tersebut.
Baca Juga
Serangan tersebut disebut-sebut menjadi serangan paling mematikan di Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade terakhir. Serangan itu terjadi tanpa peringatan, karena sistem peringatan ancaman Arab Saudi tidak mengeluarkan pemberitahuan apa pun sebelumnya. Menyusul dengan serangan yang terjadi di bandara tersebut berikut ini fakta-fakta terbaru serangan di bandara tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
1. Update Korban Meninggal jadi 13 orang
Baca Juga
Melansir BBC Internasional, Senin (12/10), jumlah korban tewas bertambah satu orang menjadi 13 orang setelah seorang warga negara India yang sebelumnya terluka dalam serangan tersebut meninggal dunia. Kabar itu dikonfirmasi oleh Kedutaan Besar India di Riyadh. Selain korban tewas, serangan tersebut juga menyebabkan lebih dari 300 orang terluka.
2. Kelompok Houthi Klaim Jadi Pihak yang Bertanggung Jawab
Baca Juga
Kelompok Houthi di Yaman mengaku bertanggung jawab atas sejumlah serangan terarah ke Arab Saudi dalam 24 jam terakhir, termasuk serangan mematikan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, pada (10/11) waktu setempat.
Seorang pejabat senior Houthi, Mohammed al-Bukhaiti mengakui bahwa milisi Hothi bertanggung jawab atas serangan terbaru di Bandara King Khalid Riyadh. Dia menyebut serangan itu sebagai balasan atas serangan Arab Saudi, termasuk terhadap infrastruktur sipil di Yaman.
"Houthi melancarkan serangan tersebut agar dunia memahami bahwa bandara, pelabuhan laut, gedung pernikahan dan pemakaman, rumah sakit, serta pasar di Yaman merupakan fasilitas sipil yang tidak boleh menjadi sasaran atau dirusak dan bahwa aturan yang sama yang berlaku bagi fasilitas-fasilitas tersebut di Yaman juga harus berlaku bagi fasilitas sejenis di mana pun," katanya.
3. Proyektil Tak Dikenal Hantam Terminal Penumpang Bandara Riyadh
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman menyatakan sebuah proyektil tak dikenal menghantam terminal penumpang di bandara internasional Riyadh dan menyebabkan kebakaran.
"Penilaian kerusakan dan pemeriksaan keselamatan terhadap fasilitas bandara sedang berlangsung," demikian pernyataan otoritas Arab Saudi dikutip dari laman AL Jazeerah.
Halaman Selanjutnya
4. Bandara Masih Ditutup Hingga Senin Subuh