asiawebawards.com
  • 2026-08-05 04:45:00 +0000 UTC

    Aug 05, 2026

    Fadli Zon Dukung Achmad Mochtar dan Mr. Assaat Jadi Pahlawan Nasional

    Bagikan:

    JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendukung pengusulan Prof. Dr. Achmad Mochtar dan Mr. Assaat sebagai Pahlawan Nasional. Dua nama itu dinilai memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia, meski datang dari jalan pengabdian yang berbeda.

    Dukungan untuk Achmad Mochtar disampaikan Fadli saat memberi sambutan kunci dalam Seminar Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia atau AIPI bertajuk Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional Prof. Dr. Achmad Mochtar, Ilmuwan, Martir, dan Pahlawan Bangsa yang digelar daring, Selasa, 4 Agustus.

    Sementara dukungan untuk Mr. Assaat disampaikan saat Fadli menerima audiensi Iqbal Assa'at, putra Mr. Assaat, di Kantor Kementerian Kebudayaan pada hari yang sama.

    Fadli mengatakan sejarah bangsa tidak hanya diisi perjuangan politik, diplomasi, atau perjuangan fisik. Menurut Fadli, tokoh ilmu pengetahuan, termasuk bidang kedokteran, juga punya tempat penting dalam sejarah perjuangan Indonesia.

    Fadli Zon mendukung pengusulan Prof. Dr. Achmad Mochtar

    Ia menyebut Achmad Mochtar sebagai tokoh penting dalam sejarah ilmuwan Indonesia. Achmad Mochtar merupakan dokter dan Kepala Lembaga Eijkman pada masa pendudukan Jepang.

    “Prof. Dr. Achmad Mochtar adalah salah satu tokoh yang penting di dalam perjalanan sejarah ilmuwan di Indonesia. Beliau adalah seorang dokter dan Kepala Lembaga Eijkman pada masa pendudukan Jepang dan mengorbankan dirinya untuk melindungi rekan-rekan sejawatnya. Menurut saya ini adalah tindakan heroik,” kata Fadli.

    Fadli juga menyoroti tindakan Achmad Mochtar dalam peristiwa yang berkaitan dengan tragedi romusha di Klender pada Agustus 1944. Menurut Fadli, sikap itu merupakan bentuk kepahlawanan yang patut dikenang.

    “Dalam seminar ini, saya menyatakan bahwa saya sangat mendukung pengusulan dari Prof. Dr. Achmad Mochtar untuk menjadi Pahlawan Nasional, karena jasa-jasa dan pengabdian dari beliau luar biasa,” ujar Fadli.

    BACA JUGA:


    “Di masa genting, beliau berani mempertahankan sikap dan pendiriannya tidak goyah meski nyawa sebagai taruhannya. Namanya istimewa bukan semata sebagai ilmuwan, tetapi juga moralnya yang memilih gugur demi melindungi rekan sejawat,” lanjutnya.

    Fadli mengapresiasi akademisi, sejarawan, dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang menginisiasi pengusulan Achmad Mochtar.

    Menurut Fadli, rekognisi sering datang tidak tepat waktu sehingga nama Achmad Mochtar belum banyak dikenal masyarakat.

    Achmad Mochtar sebelumnya telah menerima Bintang Jasa Nararya. Namanya juga diabadikan sebagai nama rumah sakit di Bukittinggi. Namun, Fadli menilai perjuangan dan pengorbanannya bagi ilmu pengetahuan layak mendapat penghargaan lebih tinggi dari negara.

    Pada kesempatan terpisah, Fadli juga menerima audiensi Iqbal Assa'at untuk membahas perkembangan pengusulan Mr. Assaat sebagai Pahlawan Nasional.

    Iqbal menjelaskan, proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional untuk Mr. Assaat sudah dimulai beberapa tahun lalu, tetapi sempat terhenti saat pandemi COVID-19.

    Proses itu kembali dilanjutkan sejak Februari 2025 oleh Ikatan Keluarga Banuhampu bersama penulis dan sejarawan Hasril Chaniago sesuai prosedur yang berlaku.

    Keluarga juga telah mengumpulkan dokumen pendukung. Beberapa di antaranya berupa surat pribadi, arsip keluarga, dan foto bersejarah yang diserahkan kepada Arsip Nasional Republik Indonesia atau ANRI.

    Fadli mengatakan Mr. Assaat merupakan sosok penting dalam perjalanan sejarah Indonesia dan layak mendapat perhatian melalui kajian sejarah yang menyeluruh.

    “Bagaimanapun, Mr. Assaat pernah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia dalam masa Republik Indonesia Serikat atau RIS. Beliau juga berperan dalam meresmikan Universitas Gadjah Mada pada tahun 1950,” kata Fadli.

    Fadli berharap pengusulan gelar Pahlawan Nasional untuk Mr. Assaat berjalan sesuai mekanisme. Proses itu mencakup penguatan kajian sejarah, seminar ilmiah, serta dukungan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.

    Audiensi tersebut dihadiri Darul Siska, Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga Rachmanda Primayuda, serta Direktur Sejarah dan Permuseuman Endah Budi Heryani.

    Add VOI as a Preferred Source

    Follow VOI news updates across Google.

    +

    2026-08-05 04:45:00 +0000 UTC