Fadli: Pengukuhan 10 ribu guru Al Quran miliki dimensi kebudayaan

Sabtu, 22 Agustus 2026 21:35 WIB

Image Print

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan Kementerian Kebudayaan terus melakukan pemantauan terhadap aspek budaya usai terjadinya gempa di Nusa Tenggara Timur pada awak media di Jakarta, Minggu (16/8/2026). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengajak keluarga besar Wahdah Islamiyah untuk bersama-sama mengambil bagian dalam upaya memajukan kebudayaan nasional Indonesia.

Ajakan tersebut, menurutnya, juga merupakan amanat konstitusi sebagaimana tercantum dalam Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945.

“Jadi tentu saja kita berharap termasuk keluarga besar Wahdah Islam ya, ikut memajukan kebudayaan nasional kita. Dalam hal ini juga tentu saja ekspresi kebudayaan Islam yang ada di berbagai daerah, baik yang sifatnya bendawi maupun non-bendawi, tangible atau intangible heritage,” ujar Fadli Zon dalam keterangan yang diterima dan dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Saat menghadiri rangkaian pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah, ia menegaskan bahwa melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, Kementerian Kebudayaan terus mendorong pemajuan kebudayaan nasional sekaligus memperkuat kebudayaan Indonesia sebagai bagian dari identitas bangsa di tengah peradaban dunia.

“Kementerian Kebudayaan juga terus mengembangkan budaya Islam, kesenian Islam. Karena itulah kami juga perlu mitra, perlu dukungan, termasuk untuk menghadapi berbagai arus budaya yang tidak sesuai dengan jati diri dan identitas kita,” ujarnya pula.

Ia juga menilai bahwa gelaran pengukuhan atau pelantikan 10 ribu guru Al-Qur’an dalam rangkaian acara itu merupakan sebuah peristiwa besar yang juga memiliki dimensi kebudayaan.

"Hal tersebut sejalan dengan pandangan bahwa kebudayaan memiliki cakupan yang sangat luas dan dalam banyak hal tidak bertentangan dengan kaidah-kaidah agama bahwa kebudayaan itu memang sangat luas artinya dan juga dalam hal ini tidak banyak bertentangan dengan kaidah-kaidah agama,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan kekayaan dan keragaman budaya serta lapisan peradaban yang berkembang di dalamnya.

Dalam konteks tersebut, ia melihat eratnya hubungan antara ekspresi budaya Islam dengan kebudayaan lokal yang berkembang di berbagai daerah di Indonesia.

Indonesia, kata dia, sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, memiliki ekspresi budaya Islam yang kuat dan beragam, ia kemudian memberikan sejumlah contoh ekspresi budaya Islam yang berkembang di Indonesia, antara lain tilawatil Qur'an, halal bihalal, iftar, kaligrafi, hadroh, serta berbagai kegiatan budaya lainnya.

“Bahkan iftar, halal bihalal ini juga sudah menjadi Warisan Budaya Takbenda atau Intangible Cultural Heritage yang diakui oleh UNESCO, karena (hampir) setiap negara mempunyai tradisi yang sama,” tutupnya.

Pewarta: Sinta Ambarwati
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026