Jakarta (ANTARA) - Erling Haaland meminta Manchester City tetap bersatu dan menjaga sikap positif di tengah krisis setelah klub dinyatakan bersalah atas lebih dari 100 pelanggaran aturan finansial Liga Inggris.

“Kami harus tetap positif, melihat ke depan, mencoba memenangkan pertandingan dan menikmati situasi. Kami harus tetap bersama dan saling memberikan dukungan. Jadi, tetap bersama, nikmati perjalanan, dan tersenyumlah,” kata Haaland dikutip dari situs resmi Manchester City pada Jumat.

City menghadapi ancaman sanksi berat setelah komisi independen menyatakan klub menggunakan kontrak komersial “palsu” untuk menggelembungkan pendapatan dan memangkas biaya lebih dari 900 juta pound sterling pada periode 2009 hingga 2018.

Hukuman yang mungkin dijatuhkan kepada City antara lain pengurangan poin dalam jumlah besar hingga degradasi dari Liga Inggris. Meski Haaland baru bergabung pada 2022, skuad saat ini berpotensi menjadi pihak yang terkena dampak sanksi.

City akan kembali bertanding untuk pertama kalinya sejak putusan tersebut diumumkan ketika menghadapi Liverpool pada Minggu (11/10). Pertandingan itu menjadi ujian penting bagi tim asuhan Enzo Maresca di tengah ketidakpastian mengenai masa depan klub.

Haaland menandatangani kontrak baru pada 2025 yang membuatnya terikat dengan City hingga 2034. Namun, masa depannya berpotensi ikut terpengaruh apabila klub menerima sanksi berat.

Penyerang asal Norwegia itu telah mencetak 169 gol dalam 205 pertandingan bersama City. Ia juga tampil impresif bersama timnas Norwegia dengan membantu negaranya melaju hingga perempat final Piala Dunia.

Bila City sampai terdegradasi dari Liga Inggris atau harus menjalani periode panjang tanpa tampil di Liga Champions, sejumlah klub besar Eropa diyakini akan berusaha mendapatkan Haaland.

“Saya sangat peduli dengan City, harus saya katakan. Saya sangat peduli dengan para fans karena saya sendiri adalah seorang fans. Saya juga merasakan apa yang mereka rasakan,” ujar Haaland.

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.