Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan keselamatan suporter ditempatkan di atas rivalitas Persija Jakarta dan Persib Bandung yang akan berhadapan pada pekan kedua Super League musim ini.
"Saya mengingatkan kejadian Kanjuruhan jangan dilupakan," kata Erick dalam Indonesia Sport Summit 2026 di Jakarta, Jumat.
Menurut Erick, tingginya rivalitas Persija dan Persib tidak boleh berujung pada kekerasan dan provokasi yang membahayakan keselamatan suporter.
Ia menegaskan setiap pihak harus mengambil tanggung jawab untuk memastikan seluruh penonton datang dan pulang dari stadion dengan aman.
"Siapa pun individu yang membuat kekerasan ataupun provokasi, atau ada suporter yang tidak pulang ke rumah dengan selamat, kita bersepakat sesama Polri memastikan akan ada proses hukum," ujar Erick.
Erick berharap Persija menyelenggarakan pertandingan dengan baik dan menjaga keamanan di sekitar stadion.
Dia juga Persib dan pendukungnya turut menjaga situasi tetap kondusif di Jawa Barat sehingga rivalitas kedua klub tidak meluber menjadi persoalan keamanan di luar lapangan.
Erick mengatakan keamanan pertandingan merupakan tanggung jawab PSSI, operator kompetisi, klub, kepolisian, panitia pelaksana, dan suporter.
Persija menjamu Persib di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, esok Sabtu pukul 15.30 WIB.
Pertandingan ini mendapat perhatian besar pada awal musim karena mempertemukan dua klub dengan basis pendukung besar.
Polisi melibatkan kelompok suporter dalam upaya menjaga situasi menjelang pertandingan. Polres Metro Bekasi, misalnya, telah berkoordinasi dengan The Jakmania Bekasi Raya dan Viking Bekasi terkait mobilitas pendukung Persija menuju Jakarta serta kegiatan nonton bareng pendukung Persib.
Erick menegaskan keselamatan manusia harus menjadi perhatian utama dalam setiap penyelenggaraan pertandingan sepak bola sehingga rivalitas tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan keamanan.
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.