Delegasi LPTNU melakukan Visiting Research ke Uzbekistan.

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARKAND — Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) terus mendorong peningkatan kapasitas akademik dan jaringan internasional para dosen di lingkungan perguruan tinggi NU.

Pada 2026 ini, LPTNU menyelenggarakan program Visiting Research ke Uzbekistan dan memberangkatkan empat dosen delegasi terpilih.

Program penelitian ini berlangsung selama kurang lebih satu bulan, terhitung sejak 9 September hingga 8 Oktober 2026.

Keempat delegasi yang terpilih dalam program ini adalah Dr Yogi Prana Izza (Unugiri Bojonegoro), Mohammad Hasan Basri PhD (Unusia Jakarta), Dr Nur Hidayah (UNU Yogyakarta), dan Dr Sahal Mahfudh Abdurrahman (IPMAFA Pati, Jawa Tengah).

Selama berada di ibu kota Tashkent, para delegasi diterima secara resmi oleh Direktur Imam Maturidi International Scientific Research Center, Komiljon Shermuhammedov, PhD.

Rombongan peneliti dari LPTNU ini difasilitasi dengan ruang kantor untuk menunjang produktivitas.

Selain berfokus pada penelitian, kegiatan para delegasi juga meliputi pemberian kuliah tamu serta partisipasi aktif dalam berbagai seminar.

Rangkaian kegiatan akademik ini kemudian berlanjut ke kota bersejarah Samarkand. Para peneliti mengunjungi Imam Bukhari International Scientific Research Center dan disambut hangat oleh Direktur Prof Shovosil Ziyodov, didampingi oleh Ibu Rafi Eka Shanty yang merupakan perwakilan resmi pertama dari Indonesia di lembaga tersebut.

Di tempat ini, para delegasi turut serta secara aktif dalam berbagai kegiatan seminar ilmiah. Lebih lanjut, perjalanan intelektual rombongan ini juga bertolak menuju Kota Bukhara. 

Di kota yang menjadi tonggak peradaban Islam masa lampau ini, para delegasi tidak hanya berkunjung, tetapi juga duduk bersama untuk bertukar pikiran dengan para peneliti di Bahouddin Naqshband Research Center.