Perubahan penyebaran panas di Samudra Pasifik dan pergeseran pola angin di atmosfer dapat memengaruhi cuaca hingga ke berbagai belahan dunia.

Setiap El Nino memiliki karakter yang berbeda sehingga dampaknya terhadap cuaca tidak selalu sama. Namun, tanda-tanda pengaruh El Nino yang sedang berkembang saat ini sudah mulai terlihat.

Di Asia Selatan, misalnya, El Nino dapat membuat curah hujan yang dibawa monsun barat daya lebih sedikit. Sepanjang 2026 sejauh ini, curah hujan monsun di kawasan tersebut memang berada jauh di bawah normal.

Pengaruh El Nino dapat jauh lebih besar di wilayah yang dekat dengan kawasan tropis Samudra Pasifik. Bagian utara Amerika Selatan dan Australia, misalnya, menghadapi risiko kekeringan dan kebakaran hutan yang lebih tinggi.

Di sisi lain, El Nino dapat meningkatkan risiko banjir di sejumlah wilayah, termasuk Peru, Ekuador, dan bagian selatan Amerika Serikat.

Pada kejadian El Nino sebelumnya, perubahan cuaca juga menekan hasil panen berbagai komoditas seperti kopi, beras, dan kakao di banyak negara.

Dampaknya kemudian merembet ke perekonomian. Harga pangan dapat melonjak, sementara gagal panen dan gangguan perdagangan dapat mengacaukan rantai pasok. Secara global, kerugiannya pernah mencapai ratusan miliar dolar AS dalam produk domestik bruto.

Awal bulan ini, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) memperingatkan bahwa El Nino yang sedang berkembang ini dapat membuat puluhan juta orang di negara-negara berisiko menghadapi kerawanan pangan akut hingga tingkat krisis.

Meski memicu cuaca ekstrem di banyak wilayah, El Nino justru dapat membawa dampak sebaliknya di kawasan lain.

Perubahan pola angin di Karibia dan wilayah tropis Atlantik, misalnya, dapat menghambat terbentuknya badai. Sejauh musim badai tahun ini berlangsung, baru tiga badai yang telah diberi nama tercatat terjadi.

Pengaruh El Nino terhadap cuaca Inggris jauh lebih kecil dibandingkan di wilayah tropis. Fenomena ini diperkirakan tidak berperan besar dalam gelombang panas pemecah rekor yang mendominasi musim panas tahun ini.

Namun, pengaruhnya dapat lebih terasa pada musim gugur dan awal musim dingin. El Nino dapat meningkatkan peluang terjadinya cuaca basah dan penuh badai di wilayah barat laut Eropa, termasuk Inggris.

Menariknya, El Nino juga dapat meningkatkan peluang terjadinya cuaca dingin menjelang akhir musim dingin, meski hubungan antara keduanya tidak terlalu kuat.