Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Jakarta, VIVA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui fenomena El Nino masih berlangsung hingga Oktober 2026, meski sebelumnya diperkirakan berakhir pada akhir September. Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di tengah sejumlah kejadian kebakaran yang melanda Ibu Kota.

Baca Juga

Pramono menegaskan, langkah pencegahan menjadi prioritas untuk mengantisipasi kebakaran maupun bencana lainnya. Dia meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta terus melakukan upaya preventif serta menjalin komunikasi terbuka dengan masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi upaya preventif tetap menjadi yang utama. Maka Badan Penanggulangan Bencana Daerah kami persiapkan untuk secara transparan, terbuka, komunikatif dengan masyarakat. Preventifnya dilakukan," kata Pramono saat meninjau pembangunan jalan tembus Pulo Gadung-Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat, 9 Oktober 2026.

Baca Juga

Menurut Pramono, kondisi El Nino yang berlangsung lebih lama dari perkiraan perlu menjadi perhatian dalam upaya mengurangi risiko bencana di Jakarta.

"Harus diakui dengan jujur bahwa El Nino yang berlangsung begitu lama, yang dulu diperkirakan sampai dengan akhir September, sekarang sudah Oktober," ujarnya.

Baca Juga

Pramono Minta Pencegahan Kebakaran Diperkuat

Pramono mengatakan, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong langkah pencegahan untuk menghadapi potensi bencana. Menurut dia, tindakan preventif penting dilakukan sejak awal, terutama untuk menghindari situasi ketika api telanjur membesar dan semakin sulit dipadamkan.

Dia mengaku terus memantau kejadian kebakaran di Jakarta, termasuk peristiwa yang terjadi pada Kamis malam, 8 Oktober 2026.

"Tadi malam kan ada kebakaran, saya juga mengikuti terus apa yang terjadi di Jakarta dalam hal yang berkaitan dengan kebakaran. Tindakan preventif menjadi hal yang utama. Sebab kalau sudah seperti semalam apinya membesar, tentunya pemadamannya menjadi lebih sulit," tuturnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat dalam mengantisipasi kebakaran. Selain penanganan ketika api muncul, pencegahan dinilai perlu dilakukan untuk mengurangi risiko kebakaran meluas.

Pemprov DKI Tetap Upayakan Modifikasi Cuaca

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain memperkuat langkah pencegahan, Pramono menyebut Pemprov DKI Jakarta tetap berupaya melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) apabila kondisi memungkinkan.

Namun, dia mengakui pelaksanaan operasi tersebut tidak selalu berhasil. Karena itu, BPBD DKI Jakarta diminta memanfaatkan peluang yang tersedia, terutama ketika terdapat awan yang memungkinkan pelaksanaan modifikasi cuaca.

Halaman Selanjutnya

"Kalau ada kesempatan selalu melakukan OMC (Operasi Modifikasi Cuaca), walaupun sering kali juga tidak berhasil. Tetapi saya tetap memerintahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk melakukan OMC selama ada ruang, selama ada awan untuk itu," jelasnya.