asiawebawards.com
  • 2026-07-22 12:29:24 +0000 UTC

    Jul 22, 2026

    Ekonom nilai streamlining BUMN tepat untuk tingkatkan efisiensi - ANTARA News Kalimantan Barat

    Jakarta (ANTARA) - Ekonom dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menilai kebijakan streamlining BUMN oleh Danantara tepat untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pengelolaan perusahaan pelat merah tersebut.

    “Pemangkasan jumlah BUMN diharapkan akan mengembalikan BUMN kepada core business,” ujar Toto ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta, Rabu.

    Ia berharap langkah tersebut juga mengurangi duplikasi BUMN, serta memperbaiki kualitas pengawasan BUMN sehingga ke depannya, kinerja dari perusahaan milik negara tersebut bisa menjadi lebih baik.

    Toto juga menilai menutup, merger, dan mengonsolidasikan 250 BUMN hingga 31 Juli 2026 dapat mengurangi beban biaya operasional dan belanja modal, sehingga terjadi penghematan uang negara.

    Lebih lanjut, Toto menyampaikan keberhasilan streamlining BUMN ditentukan oleh bagaimana proses post merger integration (PMI) bisa dijalankan dengan baik. Proses tersebut meliputi aspek standarisasi berbagai fungsi operasional, serta penyatuan corporate culture.

    “Kalau PMI berjalan lancar, maka diharapkan value creation bisa tercipta segera. Namun, kalau PMI berjalan lambat dan penuh tantangan, maka harapan value creation di BUMN hasil konsolidasi juga agak pesimistis,” kata Toto.

    Presiden Prabowo Subianto saat memberikan taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7), menyatakan uang negara yang dihemat setelah menutup, merger, dan mengonsolidasikan 250 BUMN hingga 31 Juli 2026 mencapai Rp50 triliun.

    Penghematan itu, Prabowo melanjutkan, merupakan biaya rutin (overhead cost) yang bisa dihemat karena negara tidak perlu lagi menggaji direksi, komisaris, membayar sewa gedung beserta listriknya, dan pengeluaran lainnya dari 250 BUMN tersebut.

    Pada kesempatan itu, Presiden Prabowo kemudian menargetkan pada akhir tahun 2026 ini, jumlah BUMN yang tersisa maksimal 350 BUMN dari semula 1.077 BUMN.

    "Mereka (Danantara, red.) menyanggupi," kata Prabowo.

    Jika perampingan itu terwujud, Presiden yakin uang yang bisa dihemat dapat mendekati Rp70 triliun sampai Rp80 triliun.

    Oleh karena itu, Presiden pun meyakini Danantara merupakan salah satu capaian dalam pemerintahannya.

    Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ekonom nilai streamlining BUMN tepat untuk tingkatkan efisiensi

    Pewarta: Putu Indah Savitri
    Uploader : Admin Antarakalbar

    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-07-22 12:29:24 +0000 UTC