Jakarta, VIVA – Aset digital semakin sering menjadi bahan pembicaraan, mulai dari mata uang kripto, tokenisasi aset, hingga berbagai layanan keuangan berbasis teknologi.

Baca Juga

Perkembangan ini membuka peluang baru bagi masyarakat untuk mengenal investasi dan ekonomi digital. Namun, di balik kemudahan transaksi dan potensi keuntungan, terdapat risiko yang tidak boleh diabaikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dikutip VIVA Sabtu, (17/10/2026), mengingatkan bahwa perkembangan aset kripto perlu diimbangi pemahaman yang memadai. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak mengambil keputusan hanya karena mengikuti tren media sosial atau tergiur janji keuntungan besar.

Baca Juga

Lantas, apa saja yang perlu dipahami sebelum terjun ke dunia aset digital?

1. Kenali Jenis Aset Digital yang Akan Dibeli

Baca Juga

Istilah aset digital mencakup berbagai jenis aset dan produk berbasis teknologi. Salah satu yang dikenal luas adalah aset kripto, seperti Bitcoin dan Ethereum, yang menggunakan teknologi blockchain untuk mencatat transaksi.

Selain itu, ada tokenisasi aset dunia nyata atau real-world asset (RWA), yaitu representasi digital dari hak atau kepentingan atas aset tertentu. Bentuk dan konsekuensi hukumnya dapat berbeda, bergantung pada struktur produk yang ditawarkan.

Masyarakat perlu memahami bahwa setiap aset memiliki mekanisme, tujuan, dan risiko berbeda. Jangan membeli produk hanya karena namanya populer atau harganya sedang naik. Pelajari fungsi, penerbit, dasar nilai, serta hak yang benar-benar dimiliki pemegangnya.

2. Pahami Risiko Sebelum Mengincar Keuntungan

Salah satu karakteristik aset kripto adalah volatilitas harga yang tinggi. Nilainya bisa naik tajam dalam waktu singkat, tetapi juga dapat turun drastis tanpa memberikan kesempatan kepada investor untuk keluar pada harga yang diinginkan.

OJK juga menyoroti risiko penipuan, keamanan digital, perubahan regulasi, dan faktor psikologis dalam pengambilan keputusan investasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, jangan menganggap keuntungan masa lalu sebagai jaminan hasil pada masa depan. Hindari menggunakan uang kebutuhan pokok, dana pendidikan, atau dana darurat untuk mengejar keuntungan dari aset berisiko tinggi.

Masyarakat juga sebaiknya menentukan batas kerugian yang sanggup ditanggung sebelum membeli aset. Langkah ini membantu mengurangi keputusan emosional ketika harga bergerak berlawanan dengan harapan.

Halaman Selanjutnya

3. Periksa Legalitas Platform