JAKARTA -- Perubahan besar tengah berlangsung dalam industri pertahanan Turki. Negara yang selama beberapa dekade mengandalkan pasokan persenjataan Amerika Serikat dan Eropa itu kini justru menjadi pemasok drone tempur, kendaraan lapis baja, dan teknologi militer bagi sejumlah angkatan bersenjata Eropa. Perkembangan terbaru bahkan menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan pertahanan Turki tidak lagi sekadar menjual produk jadi, tetapi mulai membangun fasilitas produksi dan mengembangkan persenjataan bersama mitra-mitra Eropa.
Perubahan tersebut semakin terlihat setelah Angkatan Udara Italia mengungkapkan rencana mengoperasikan drone Astore Levante, pesawat nirawak yang dikembangkan melalui kerja sama perusahaan Turki Baykar dan raksasa industri pertahanan Italia, Leonardo. Pesawat itu dirancang berdasarkan teknologi Bayraktar TB3, salah satu drone tempur generasi baru yang dikembangkan Ankara.
Kepala Staf Angkatan Udara Italia Jenderal Antonio Conserva pada 12 Oktober 2026 mengonfirmasi bahwa negaranya akan memperoleh enam drone Astore Levante dalam tahap awal. Pesawat tersebut akan digunakan untuk pengintaian, dukungan bersenjata bagi pasukan, serta pelatihan operator drone.
Menurut laporan Defense News, Italia juga sedang menguji kemungkinan pemasangan persenjataan buatan perusahaan Eropa MBDA pada drone tersebut. Langkah itu menunjukkan semakin eratnya integrasi teknologi pertahanan Turki dengan industri persenjataan Eropa.
Perkembangan tersebut terjadi bersamaan dengan pengiriman kendaraan lapis baja Cobra II buatan Otokar kepada militer Rumania, negara anggota NATO sekaligus Uni Eropa. Sebagian kendaraan bahkan telah diproduksi di Rumania melalui kerja sama industri yang mencakup alih teknologi dan pengembangan kemampuan manufaktur lokal.
Dua perkembangan itu memperlihatkan pergeseran hubungan industri pertahanan Turki dengan Eropa. Ankara yang dahulu menjadi pembeli berbagai sistem persenjataan Barat kini semakin diperhitungkan sebagai mitra produksi dan pemasok teknologi militer bagi negara-negara yang sebelumnya lebih banyak mengandalkan produsen Amerika Serikat dan Eropa Barat.
Italia Siapkan Drone Turki untuk Angkatan Udaranya
Kerja sama Baykar dan Leonardo menjadi salah satu contoh terbaru transformasi industri pertahanan Turki.
Kedua perusahaan mengembangkan Astore Levante melalui perusahaan patungan LBA Systems. Drone tersebut dirakit di Italia dengan memadukan teknologi pesawat nirawak Turki dan perangkat elektronik pertahanan yang dikembangkan perusahaan Italia.
Astore Levante pertama kali diperkenalkan kepada publik dalam Farnborough International Airshow di Inggris pada Juli 2026. Pesawat tersebut merupakan pengembangan dari Bayraktar TB3 yang dirancang untuk dapat beroperasi dari kapal dengan landasan relatif pendek.
Dalam laporan yang diterbitkan pada 12 Oktober 2026, Defense News menyebut Angkatan Udara Italia akan memesan tiga sistem Astore Levante, masing-masing terdiri atas dua pesawat nirawak.
Conserva mengatakan pesawat itu diproyeksikan memperoleh sertifikasi pada akhir 2026 atau awal 2027. Sertifikasi tersebut menjadi salah satu persyaratan penting sebelum drone dapat dipasarkan secara lebih luas di Eropa.
Pengembangan Astore Levante juga memperlihatkan bagaimana teknologi Turki mulai dipadukan dengan persenjataan dan sensor buatan Eropa.
Pada saat diperkenalkan di Farnborough, drone tersebut ditampilkan bersama amunisi berpemandu MAM produksi ROKETSAN dan rudal jelajah mini KEMANKES-1 buatan Baykar.
Namun, Italia tidak menutup kemungkinan menggunakan persenjataan dari produsen lain. "Saat ini kami belum menentukan pilihan. Persenjataan alaminya adalah buatan Turki, tetapi kami juga melakukan kegiatan bersama MBDA dan kelompok industri kecil Italia," kata Conserva, sebagaimana dikutip Defense News.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa kerja sama industri pertahanan Turki dan Italia tidak hanya menyangkut pembelian drone, tetapi juga kemungkinan integrasi berbagai sistem persenjataan dalam satu platform militer.
Angkatan Laut Italia sebelumnya juga menunjukkan ketertarikan terhadap Bayraktar TB3 untuk kemungkinan penggunaan dari kapal induk Cavour. Namun, ketertarikan tersebut belum dapat disamakan dengan keputusan pembelian resmi.