Dubes Witjaksono tegaskan tekad ASEAN perkuat kemitraan dengan Kenya
Jakarta (ANTARA) - Duta Besar RI untuk Kenya TBH Witjaksono Adji menegaskan komitmen ASEAN untuk terus memperluas kemitraan di luar kawasan Asia Tenggara, termasuk Kenya.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam peringatan ASEAN Day ke-59, yang diselenggarakan KBRI Nairobi di Wisma Indonesia, Nairobi, Kenya, Sabtu (8/8/2026) dan dihadiri antara lain oleh Deputy Director General for Political and Diplomatic Affairs Mustafa Ibrahim, yang mewakili Menteri Luar Negeri Kenya.
Dalam pidato sambutannya sebagai Ketua ASEAN Committee in Nairobi (ACN) 2026, Dubes Witjaksono mengajak seluruh pihak untuk merenungkan kembali visi dan prinsip pendirian ASEAN pada 1967.
Prinsip-prinsip yang dinilai tetap relevan hingga kini mencakup upaya percepatan pertumbuhan ekonomi, sosial, dan budaya, pemeliharaan perdamaian dan stabilitas regional, serta peningkatan kolaborasi aktif di berbagai bidang strategis.
"Sebagai rumah bagi hampir 700 juta orang dan ekonomi terbesar ke-5 di dunia, ASEAN berada di persimpangan peluang besar di tengah dunia yang sedang berubah," kata Witjaksono.
"Dipandu oleh tema 'Menavigasi Masa Depan Kita, Bersama', Kepemimpinan Filipina mencerminkan komitmen ASEAN terhadap persatuan, ketegasan, dan tujuan dalam memajukan perdamaian dan stabilitas, mempromosikan integrasi ekonomi dan pertumbuhan berkelanjutan, serta memberdayakan rakyat kita sebagai inti dari pembangunan komunitas," ujarnya, menambahkan.
Dubes Witjaksono mengundang seluruh mitra terkait untuk terus menjajaki dan memperluas peluang kerja sama dengan ASEAN, baik secara kolektif maupun secara bilateral dengan masing-masing negara anggota.
Mewakili pemerintah Kenya, Mustafa Ibrahim menyampaikan bahwa Kenya siap menjadi gerbang strategis ASEAN ke Afrika Timur.
Ia menyebut the East Africa Community (EAC) dan ASEAN Economic Community (AEC) memiliki visi bersama untuk memperdalam integrasi ekonomi regional dengan memfasilitasi arus bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terampil, dan modal, sambil meningkatkan daya saing ekonomi masing-masing.
Kenya berharap dapat memperdalam kerja sama dengan ASEAN di bidang-bidang prioritas bersama, termasuk perdagangan dan investasi, ekonomi digital, industrialisasi, inovasi, aksi iklim, transisi hijau, transisi kapasitas, dan hubungan antarmasyarakat.
Selama perayaan ASEAN Day, KBRI Nairobi turut memperkenalkan sejumlah kuliner khas Indonesia, antara lain sate madura, bakso, dan nasi goreng, serta menyajikan minuman berupa sirup rasa buah.
Thailand menyajikan pad thai sebagai salah satu hidangan khasnya, sementara Malaysia dan Filipina juga memperkenalkan makanan dan minuman tradisional masing-masing.
"Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian acara kebersamaan antara anggota ACN, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner ASEAN kepada publik di Kenya," ujar Sekretaris Ketiga KBRI Nairobi Endang Septryani.
Minister Counsellor KBRI Nairobi Raden Wisnu Lombardwinanto mengatakan kegiatan tersebut semakin memupuk persahabatan, mempromosikan aspek sosial-budaya, dan memperkuat semangat kerja sama antara negara-negara anggota ASEAN dan Kenya.
"Melalui kegiatan ini, hubungan antarperwakilan negara ASEAN di Nairobi dan Kenya semakin erat, sekaligus membuka ruang bagi pertukaran budaya dan pemahaman yang lebih baik mengenai keberagaman masing-masing negara," katanya.
Perayaan ASEAN Day di Nairobi juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan ASEAN-Kenya dan mendorong terjalinnya kerja sama yang lebih erat di berbagai bidang strategis di masa mendatang.
Baca juga: RI sampaikan empat komitmen kelola laut berkelanjutan di OOC Kenya
Baca juga: Indonesia dorong aksi pengelolaan hutan global dalam FCLP di Kenya
Baca juga: Kemdiktisaintek beri peluang mahasiswa Kenya berkuliah di Indonesia
Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.