Jakarta (ANTARA) - Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty menilai posisi Indonesia dan India sebagai sesama anggota BRICS merupakan modal yang kuat bagi kedua negara untuk meningkatkan peran bersama di tingkat global.

Dalam wawancara khusus secara tertulis bersama ANTARA mengenai agenda Keketuaan BRICS India, Chakravorty mengatakan Indonesia dan India berada dalam posisi yang unik karena menjadi anggota BRICS sekaligus anggota G20.

“Hal ini membuat Indonesia dan India memiliki peluang yang semakin besar untuk berperan di tingkat global,” kata Dubes Chakravorty.

Sebagai anggota BRICS yang tergolong baru, Indonesia sudah terlibat aktif dalam kegiatan serta inisiatif BRICS di berbagai tingkatan, seperti tingkat menteri, bisnis, parlemen, hingga hubungan antarmasyarakat. Partisipasi Indonesia tersebut juga konsisten terlihat sepanjang keketuaan India di BRICS pada tahun ini.

Ia pun meyakini bahwa dengan hubungan multidimensi yang sudah terjalin amat kuat, Indonesia dan India dapat mengoptimalkan posisinya sebagai negara berkembang yang kuat untuk berperan di tingkat global.

Status Indonesia dan India sebagai sesama anggota BRICS dan G20 juga semakin menegaskan pentingnya hubungan antara kedua negara bagi dunia. “Tak banyak negara di dunia yang menjadi bagian dari kedua kerangka kerja sama itu,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dubes Chakravorty menyebut keketuaan India di BRICS pada 2026 memiliki empat pilar prioritas, yaitu ketahanan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan.

Nilai-nilai tersebut konsisten dengan langkah Perdana Menteri India Narendra Modi menjadikan kemanusiaan sebagai tumpuan utama kemitraan di BRICS, katanya.

Adapun dalam pilar keberlanjutan, Dubes India menyampaikan bahwa negaranya terus mendorong peningkatan dalam sektor energi bersih dan terbarukan, aksi serta adaptasi iklim, solusi berbasis alam, dan konsumsi berkelanjutan.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS dijadwalkan berlangsung di New Delhi, India, pada 12-13 September 2026. Forum kerja sama internasional tersebut mengusung tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability” pada tahun ini.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Vahd Nabyl A. Mulachela pada Kamis (10/9) memastikan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono akan memimpin delegasi Indonesia dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut.

Terkait isu yang akan didorong Indonesia dalam agenda tersebut, Nabyl menekankan pada penguatan agenda ekonomi dan inklusi keuangan. Ia pun menjelaskan bahwa partisipasi RI di BRICS diarahkan untuk memperluas jaringan kemitraan ekonomi dengan berbagai pihak.

Baca juga: India lihat peluang RI akses pembiayaan NDB untuk energi terbarukan

Baca juga: Pakar: Indonesia perlu optimalkan BRICS untuk ketahanan energi, pangan

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.