Jakarta -

Dubai mengubah istilah yang digunakan untuk menyebut ibu rumah tangga. Istilah 'housewife' atau ibu rumah tangga diganti menjadi 'Generations Shaper' atau 'Pembentuk Generasi', sebagai bentuk penghargaan terhadap peran ibu dalam membentuk keluarga dan masyarakat.

Perubahan istilah tersebut merupakan arahan Sheikh Hamdan bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Putra Mahkota Dubai, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA), serta Ketua Dewan Eksekutif Dubai. Pengumuman tersebut sebenarnya telah disampaikan bertepatan dengan Hari Ibu, yakni 21 Maret 2026. Namun baru-baru ini kembali ramai di media sosial terutama X dan Threads.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pernyataannya, Sheikh Hamdan mengatakan bahwa ibu merupakan sekolah pertama bagi anak-anak. Menurutnya, dari ibu, anak belajar tentang rasa memiliki, tanggung jawab, serta nilai-nilai yang berperan dalam membentuk bangsa yang kuat.

"Kepada seluruh ibu kami... terima kasih. Kalian adalah fondasi dari segala sesuatu yang baik. Selamat Hari Ibu," ujar Sheikh Hamdan, seperti dilansir Gulf News.

Makna Baru Peran Ibu di Rumah

Perubahan istilah tersebut kemudian diikuti dengan pembahasan yang lebih luas mengenai peran perempuan di dalam keluarga. Sebulan setelah pengumuman, peran perempuan di rumah kembali menjadi perhatian di berbagai wilayah Dubai.

Sejumlah sekolah bahkan mulai memperbarui pembelajaran bahasa Arab untuk lebih mencerminkan pengaruh perempuan dalam membentuk keluarga dan masyarakat.

Di UEA, semakin banyak pembicaraan mengenai pentingnya melihat perempuan bukan sekadar sebagai 'ibu rumah tangga', tetapi 'pembentuk generasi', yaitu sosok yang memiliki peran penting dalam membesarkan, membimbing, dan memengaruhi generasi berikutnya.

Salah satu istilah yang semakin ditekankan adalah 'Sit Al Bait', yang secara harfiah berarti 'perempuan di rumah'. Istilah ini dianggap memiliki makna yang lebih luas dibandingkan penyebutan yang hanya menggambarkan perempuan sebagai ibu rumah tangga.

Bahkan, penambahan dua huruf, yaitu 'Al', disebut dapat mengubah istilah 'Sit Bait' yang bermakna ibu rumah tangga menjadi istilah yang menggambarkan kepemimpinan dan otoritas perempuan di dalam rumah.

Mencerminkan Peran Perempuan yang Sebenarnya

Para pendidik menekankan bahwa perubahan ini bukan bertujuan menciptakan kosakata baru. Sebaliknya, penggunaan istilah tersebut dimaksudkan untuk memanfaatkan bahasa yang sudah ada secara lebih tepat agar dapat menggambarkan peran dan kontribusi perempuan dalam keluarga.

Sejumlah institusi di kawasan tersebut, termasuk Arabic Language Center dan UBT University di Arab Saudi, mulai memasukkan perspektif ini ke dalam materi pembelajaran dan diskusi di kelas.
Langkah tersebut didasarkan pada pemahaman bahwa bahasa yang dipelajari anak sejak usia dini berperan penting dalam membentuk cara mereka melihat identitas, tanggung jawab, serta nilai diri dan orang lain.

Perubahan ini juga sejalan dengan 'Year of the Family' atau 'Tahun Keluarga' yang dicanangkan UEA tahun ini. Program tersebut menempatkan penguatan keluarga sebagai salah satu fokus nasional, sekaligus menyoroti orang-orang yang berperan dalam membentuk keluarga.

(hst/hst)