Kota Bandung (ANTARA) - Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat Tobias Ginanjar meminta masyarakat bersabar menghadapi dampak kemacetan yang terjadi akibat pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) di sejumlah ruas jalan di Bandung.
Tobias mengatakan pembangunan BRT merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda seiring dengan pertumbuhan penduduk dan jumlah kendaraan yang semakin meningkat.
“Ya, masyarakat mohon bersabar, karena ini demi kepentingan bersama juga. Kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi?” kata Tobias kepada ANTARA di Bandung, Minggu.
Menurut dia, pembangunan transportasi publik harus segera dilakukan untuk mengantisipasi persoalan mobilitas yang semakin kompleks di kawasan perkotaan.
“Sebenarnya transportasi publik mau tidak mau harus kita lakukan. Karena pertumbuhan penduduk semakin padat, pertumbuhan kendaraan semakin padat. Kalau tidak dimulai, ya mungkin hanya akan menjadi bom waktu,” ujarnya.
Tobias menilai pembangunan BRT yang mulai dilakukan saat ini patut diapresiasi meskipun menimbulkan dampak terhadap aktivitas masyarakat, terutama kemacetan selama proses pengerjaan.
“Jadi sebenarnya walaupun terlambat, tapi harus diapresiasi untuk dimulai,” katanya.
Ia berharap pembangunan transportasi publik di Bandung tidak berhenti pada BRT, tetapi dapat terus dikembangkan dengan sistem transportasi massal lain yang terintegrasi.
Menurut dia, Kota Bandung memiliki potensi untuk memiliki sistem transportasi publik yang lebih modern sehingga mampu menunjang mobilitas masyarakat dan tidak tertinggal dari kota besar lainnya.
“Jangan sampai kalah sama Jakarta dengan MRT-nya dan sebagainya. Mudah-mudahan dikembangkan lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta maaf kepada masyarakat atas kemacetan yang terjadi di sejumlah ruas jalan akibat pengerjaan proyek BRT.
Farhan mengatakan Pemkot Bandung telah menerima berbagai laporan dan keluhan masyarakat terkait dampak pembangunan BRT, terutama kemacetan lalu lintas yang telah terdeteksi sejak 14 Agustus 2026.
“Saya mohon maaf sekali karena menimbulkan kemacetan, tetapi saya akan pastikan pengerjaannya cepat, rapi, dan tidak menimbulkan kecelakaan,” kata Farhan.
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.