Kupang, NTT (ANTARA) - Dompet Dhuafa menyiapkan 100 unit rumah sementara (rumtara) bagi penyintas gempa Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai bagian dari upaya membantu pemulihan hunian masyarakat terdampak bencana.

Wakil Ketua Pengurus Dompet Dhuafa Herdiansah dalam keterangannya diterima di Kupang, Rabu, mengatakan memasuki fase pemulihan, pembangunan rumtara dan renovasi sekolah menjadi bagian dari langkah lanjutan Dompet Dhuafa untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih berkelanjutan.

“Dompet Dhuafa sudah bergerak sejak awal terjadinya gempa bumi di NTT untuk membantu mendistribusikan berbagai kebutuhan masyarakat yang terdampak. Dengan segala keterbatasan kami, kami tetap berikhtiar sekuat tenaga untuk membantu sebaik dan sekuat mungkin termasuk hari ini kita membantu menguatkan masyarakat terdampak melalui program rumah sementara ini," ujarnya.

Ia mengatakan Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) pada Rabu, (23/9), melanjutkan respons kemanusiaan dengan memulai pembangunan 25 unit rumtara di NTT. Pembangunan ini merupakan tahap awal dari target 100 unit Rumtara yang disiapkan bagi masyarakat terdampak gempa.

Selain hunian, Dompet Dhuafa turut memberikan dukungan renovasi SD Inpres Waturedu, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.

Dia menjelaskan berdasarkan data per 18 September 2026, dampak gempa di NTT masih terlihat dari besarnya kerusakan hunian dan fasilitas publik.

Tercatat 103.427 unit rumah mengalami kerusakan. Pada sektor fasilitas umum, kerusakan meliputi 2.147 fasilitas pendidikan, 157 fasilitas kesehatan, 685 kantor, 558 rumah ibadah, empat pasar tradisional, serta 1.915 fasilitas umum lainnya.

Herdiansyah mengatakan, sejak fase tanggap darurat, Dompet Dhuafa melalui DMC telah menggelar berbagai layanan kemanusiaan di sejumlah wilayah terdampak. Bantuan mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, pendidikan, air bersih, hingga dukungan pencarian dan pertolongan.

Tercatat hingga 23 September 2026, total penerima manfaat dari berbagai layanan tersebut mencapai 25.863 jiwa.

Rinciannya, layanan air bersih telah menjangkau 655 penerima manfaat, pembangunan masjid darurat 2.480 penerima manfaat, distribusi logistik nonpangan 1.669 penerima manfaat, dan layanan kesehatan 3.726 penerima manfaat.

Sementara itu, distribusi logistik pangan menjangkau 5.800 penerima manfaat, layanan pendidikan dan Psychological First Aid (PFA) sebanyak 2.931 penerima manfaat, layanan internet 339 penerima manfaat, serta kegiatan SAR, evakuasi, dan asesmen sebanyak 341 penerima manfaat. Adapun layanan permakanan telah menjangkau 7.922 penerima manfaat.

Untuk mendukung koordinasi dan distribusi bantuan, Dompet Dhuafa juga mengoperasikan Pos Induk PATRIOT di Jalan Sernaru, Desa Wae Kelambu, Manggarai Barat, serta Pos PATRIOT Bayangan di Jalan Wairklau No. 29, Maumere, NTT.

Selain itu, pos lapangan ditempatkan di sejumlah wilayah, yakni Maumere, Nagekeo, Ngada, dan Manggarai.

“Mari bersama-sama turut menjadi bagian dalam membantu menghadirkan kembali kehangatan dan senyuman bagi keluarga penyintas pasca gempa. Dukungan dan upaya kita bersama menjadi hal yang begitu mereka butuhkan saat ini," kata Herdiansah.

Sementara itu, Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, yang turut hadir dalam acara ini menyatakan apresiasinya atas inisiasi pembangunan Rumtara oleh Dompet Dhuafa.

“Tidak ada kata lain yang bisa kami sampaikan atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat terdampak di Kabupaten Nagekeo, selain ucapan terima kasih kepada Dompet Dhuafa. Kami tidak bisa balas, tetapi hanya bisa mendoakan Dompet Dhuafa yang sudah datang jauh-jauh untuk menolong kita di saat pemerintah juga masih dalam keterbatasan dalam membantu masyarakat terdampak," ujarnya.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.