asiawebawards.com
  • 2026-08-18 23:23:30 +0000 UTC

    Aug 18, 2026

    Dompet Dhuafa Kirim 9 Ton Bantuan Tahap Pertama untuk Korban Gempa NTT |Republika Online

    Manager Public Relations Dompet Dhuafa Taufan Yusuf Nugroho, Kepala Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa Shofa Qudus, Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini, dan General Manager Divisi Kesehatan Dompet Dhuafa dr. Yeni Purnamasari (kiri ke kanan) di Sasana Budaya Gedung Filantropi Dompet Dhuafa Saat Press Conference Respons Bencana dan Pemberangkatan Bantuan Logistik untuk Penyintas Bencana Gempa di NTT, Selasa (18/8/2026)

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dompet Dhuafa mengirimkan sembilan ton bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan berupa kebutuhan dasar, seperti pangan dan hygiene kit, tersebut dikirim melalui dua jalur distribusi, yakni tiga ton melalui jalur laut dan enam ton melalui jalur darat.

    Ini sebagai bagian dari respons cepat untuk memenuhi kebutuhan mendesak para penyintas. Dompet Dhuafa menargetkan pengiriman 81 ton bantuan kemanusiaan secara berkala ke NTT.

    Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini mengatakan, respons dilakukan sejak hari pertama bencana dengan mengerahkan tim untuk membantu penyelamatan korban dan memenuhi kebutuhan darurat masyarakat.

    "Dompet Dhuafa sejak hari pertama sudah langsung respons, mengirimkan bantuan, bisa disebut seperti bantuan reaksi cepat yang pertama kali kita kirimkan untuk menangani situasi-situasi darurat," kata Ahmad kepada Republika di Sasana Budaya Gedung Filantropi Dompet Dhuafa saat press conference Respons Bencana dan Pemberangkatan Bantuan Logistik untuk Penyintas Bencana di NTT, Selasa (18/8/2026).

    Menurut Ahmad, fase awal penanganan bencana diprioritaskan untuk menyelamatkan nyawa, termasuk membantu korban yang tertimpa atau terhimpit bangunan. Setelah itu, bantuan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan makanan, layanan kesehatan, tempat pengungsian, dan kebutuhan dasar lainnya.

    Dompet Dhuafa juga memperhatikan kebutuhan kelompok rentan di pengungsian, termasuk kebutuhan bayi dan perempuan seperti pembalut yang terkadang luput dari distribusi bantuan.

    2026-08-18 23:23:30 +0000 UTC