Jakarta -

Kecerdasan anak tidak hanya didukung oleh stimulasi, tetapi juga berawal dari saluran pencernaan yang sehat agar nutrisi dapat diserap secara optimal untuk mendukung perkembangan otak dan memperkuat imunitas. Saluran cerna ternyata memegang peranan pivotal sebagai 'markas' utama sistem kekebalan tubuh manusia.

Dokter anak pun mengingatkan para orang tua bahwa membenahi nutrisi dan menjaga kesehatan usus merupakan cara terbaik untuk memperbaiki imunitas secara menyeluruh, apalagi dalam kondisi cuaca saat ini.

Hal tersebut dibahas dalam talkshow edukatif rangkaian event Morinaga Door of Future yang digelar di Grand Atrium Tunjungan Plaza 6 Surabaya. Talkshow bertajuk "Baru Sembuh, Kok Sakit Lagi? Bantu Si Kecil Tetap Fit untuk Terus Bermain, Belajar & Bereksplorasi" ini menghadirkan narasumber Ahli Pencernaan Anak, dr. Andy Darma, Sp.A(K), dan dipandu oleh moderator Senior Brand Manager Morinaga, Kenty Novita Pratiwi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokter Andy mengatakan, sekitar 2-3 bulan terakhir masyarakat dihadapkan dengan banyak isu kesehatan dan penyakit yang turut menyerang anak-anak. Bahkan, ketika anak sudah sembuh, dua minggu kemudian bisa sakit kembali, baik dengan keluhan yang sama maupun berbeda.

"Hari ini sakit, tes, minggu depan sembuh, minggu depannya sakit lagi dengan keluhan yang sama atau ganti yang awalnya batuk pilek, dua minggu lagi diare. Nanti habis gitu balik-balik lagi pilek-pilek lagi, batuk-batuk lagi. Kayak pingpong aja ganti-ganti di rumah," kata dr. Andy dalam talkshow Morinaga Door of Future di TP6 Surabaya, Minggu (11/10/2026).

Lalu terkait isu polusi udara, dr. Andy menyebut di beberapa tempat di Indonesia terdapat asap hingga abu vulkanik yang menjadi bahan diskusi para dokter. Sebab, banyak masyarakat yang akhirnya mengeluhkan batuk dan gangguan lainnya akibat terpapar polusi udara.

Kemudian ada fenomena anomali cuaca El Nino, di mana cuaca sangat panas dan hujan tidak kunjung turun, sehingga memicu berbagai keluhan pada saluran pernapasan.

Kualitas air yang buruk akibat pencemaran dan musim kering kini juga menjadi ancaman nyata bagi kesehatan pencernaan anak. dr. Andy menyebut kondisi air yang tak higienis berujung pada meningkatnya kasus infeksi saluran cerna belakangan ini.

dr. Andy menjelaskan, dalam kondisi saat ini, vaksinasi menjadi salah satu cara melatih imunitas anak, meski sifat proteksinya sangat spesifik untuk jenis penyakit tertentu. Sebagai contoh, vaksin influenza hanya melindungi dari strain tertentu, padahal pemicu flu ada puluhan jenis.

"Jadi cara training imunitas itu salah satunya adalah vaksin. Tapi harus diingat bahwa vaksin itu spesifik sifatnya, misalnya vaksin campak untuk campak, vaksin untuk rotavirus untuk yang diare rotavirus, sekarang lagi in, vaksin influenza, tapi itu pun cuma dua strain dari influenza. Padahal penyebab situasi yang namanya flu itu bisa puluhan macam. Soal tidak terlindungi untuk penyebab-penyebab yang lain," jelasnya.

Ahli pencernaan anak itu memaparkan, organ tubuh terbesar yang mengurus soal imunitas adalah usus. Di dalam usus terdapat pusat untuk mengatur imunitas tubuh.

"Jadi bisa kita simpulkan kalau saluran cerna terganggu atau tidak sehat, atau nutrisinya nggak benar, itu pasti mengganggu secara umum, salah satunya imunitas tubuh. Jadi salah satu cara kita untuk memperbaiki imunitas adalah memperbaiki kesehatan saluran cerna," paparnya.

Nutrisi pun menjadi salah satu faktor yang mempunyai peran sangat penting. Demi menjaga nutrisi yang sehat, dr. Andy menyarankan untuk menghindari ultra-processed food dan makanan tak sehat lainnya.

Keluarga the biotics, seperti probiotik, prebiotik, sinbiotik, hingga posbiotik memiliki peran penting dalam nutrisi harian untuk membenahi imunitas tubuh. Asupan ini tidak harus berasal dari produk olahan khusus karena sudah banyak terkandung secara alami dalam makanan sehari-hari.

"Jadi makanan di alam itu juga sudah mengandung. Salah satunya misalnya prebiotik, makanan-makanan yang mengandung prebiotik. Misalnya buah-buahan, pisang misalnya, bawang-bawangan itu sangat mengandung prebiotik. Kalau probiotik ada di makanan-makanan yang fermentasi. Yogurt, tempe, kimchi, dan sebagainya," urainya.

Diketahui, Senior Brand Manager Morinaga, Kenty Novita Pratiwi menyampaikan, pada hari terakhir Morinaga Door of Future di Surabaya tak kalah ramai dan seru dibandingkan dua hari sebelumnya. Banyak orang tua dan si kecil antusias meramaikan acara sekaligus mengisi akhir pekan dengan kegiatan edukatif hingga aktivitas fisik.

"Pasti ramai banget, karena kalau bicara antusiasnya, Surabaya tuh luar biasa banget. Sampai Pound Fit Kids saja, terakhir itu nambah lagi, banyak banget yang mau ikut. Begitu juga dengan lomba menggambar, mewarnai, maupun singing competition, itu semua udah full kuota banget," kata Kenty.

Keseruan lainnya bisa dirasakan pada beberapa booth yang related dengan permainan AI dan kecerdasan. Seperti booth Emotion Mirror, di mana anak bisa mengenali kecerdasan emosinya. Serunya, nanti bisa di-capture dan dapat dibawa pulang hasilnya.

Ada pula booth Creative Core dengan dua activity. Anak bisa bermain Beat Builder seperti membuat lagu dan bisa dibawa pulang lagunya, dapat shareable and personalized. Satu lagi di Creative Core, terdapat Prototype Chamber untuk membuat tumbler menggunakan digital dan tumbler-nya bisa dibawa pulang.

Selanjutnya ada GrowMax dan Soyalimpic. Dua-duanya terdapat hadiah yang bisa dibawa pulang. Di GrowMax, anak bisa memilih makanan mana yang sehat dan bernutrisi dan mana yang tidak buat dia. Sedangkan di Soyalimpic, si kecil bisa mengombinasikan antara kekuatan atau gerakan fisik dengan kecerdasan atau ketangkasan otak.

"Jadi seru banget, banyak banget games-nya, semua bisa dimanfaatkan sama bunda-bundanya di weekend ini," pungkasnya.

(ega/ega)