DLH: Kualitas udara di Simpang Empat Pasaman Barat tidak sehat
Selasa, 15 September 2026 18:27 WIB
Tim Laboratorium Kesehatan Provinsi Sumbar saat mengambil sampel kualitas udara di dekat Kantor Bupati Pasaman Barat pada 10 September 2026. Dari hasil laboratorium hasilnya tidak sehat. ANTARA/HO-DLH Pasaman Barat
Simpang Empat (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat mencatat kualitas udara di Simpang Empat tidak sehat berdasarkan pengujian kualitas udara oleh Laboratorium Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dampak dari kabut asap yang melanda daerah itu.
"Berdasarkan parameter PM2,5 atau partikel udara yang berukuran sangat kecil maka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tidak sehat," kata Pelaksanaan tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pasaman Barat Afkar di Simpang Empat, Selasa.
Menurut dia pengujian kualitas udara yang dilakukan oleh laboratorium kesehatan provinsi itu dilakukan di depan Kantor Bupati Pasaman Barat pada 10-11 September 2026.
Ada tiga parameter yang diuji. Pertama, sulfur dioksida-S02 atau gas tak berwarna dengan bau khas yang menyengat dalam kondisi baik.
Kedua parameter nitrogen dioksida-NO2 atau gas beracun berwarna coklat kemerahan dengan bau yang tajam dan menyengat, yang menjadi salah satu polutan udara utama akibat pembakaran bahan bakar fosil dalam kondisi baik.
Lalu parameter ketiga PM2,5 atau partikel udara yang berukuran sangat kecil dalam kondisi tidak sehat.
"Dengan parameter dominan PM2,5 maka kualitas udara tidak sehat," ujar dia.
Pihaknya telah memberikan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membakar lahan dan hutan agar kualitas udara tidak semakin buruk.
Selain itu Dinas Kesehatan dan Palang Merah Indonesia Pasaman Barat juga telah membagikan masker kepada masyarakat.
"Pemkab Pasaman Barat juga telah memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak membakar hutan dan lahan serta pemicu kebakaran lainnya," sebutnya.